Pembangunan Transportasi Tetap Jalan meski Anggarannya Terbatas

Nurcholis Maarif - detikFinance
Kamis, 19 Agu 2021 16:15 WIB
Komisi V DPR RI menggelar rapat kerja (raker) dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hingga Sriwijaya Air, di ruang Komisi V Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (03/02/2021). Rapat yang dimulai pada pukul 13.00 WIB, membahas terkait kecelakaan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut melanjutkan pembangunan infrastruktur transportasi dan pengendalian transportasi di masa pandemi untuk menekan penyebaran COVID-19 merupakan dua hal yang bisa dimaknai sebagai wujud dari merdeka bertransportasi. Itu disampaikannya dalam acara talkshow bertema 'Merdeka Bertransportasi' yang diselenggarakan oleh PT KAI.

"Seperti pidato bapak Presiden beberapa waktu lalu yang memiliki filosofi sangat dalam sekali. Yaitu mengibaratkan krisis dan pandemi ini adalah api. Di satu sisi api bisa membuat kita celaka, tapi di sisi lain jika bisa di kendalikan, bisa bermanfaat untuk kehidupan dan api sebagai penyemangat kita," jelas Budi dalam keterangan tertulis, Kamis (19/8/2021).

Budi menjelaskan semua kegiatan pembangunan infrastruktur transportasi yang diprogramkan harus tetap dijalankan di tengah pandemi. Dengan anggaran APBN yang terbatas, Kemenhub melakukan pembangunan dengan memanfaatkan pendanaan kreatif dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Salah satu contohnya adalah pembangunan infrastruktur transportasi di Solo dan Jogja. Kemarin Dirjen Perkeretaapian ke Jogja untuk memastikan pengerjaan kereta bandara YIA sudah diselesaikan," ujarnya.

"Kemudian pembangunan jembatan kereta api juga tetap dilaksanakan di simpang joglo untuk menghilangkan perlintasan sebidang yang menyebabkan kemacetan, dan pembangunan terminal Tirtonadi di Solo yang akan dilengkapi hall serbaguna pun tetap dilanjutkan," imbuhnya.

Dengan pembangunan infrastruktur transportasi, lanjut Budi, akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

"Seperti contoh pembangunan bandara YIA, akan mempercepat Jogja sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia. Kita harus bangga dengan adanya infrastruktur ini dan kita harus menggunakan, menjaga, dan memanfaatkannya dengan baik," ujar Budi.

Selain tetap membangun infrastruktur, pemerintah juga melakukan upaya pengendalian penyebaran COVID-19 di Indonesia dengan menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarkat (PPKM). Di sektor transportasi, Kemenhub menindaklanjutinya dengan melakukan pengendalian transportasi.

"PPKM ini merupakan komitmen pemerintah mengutamakan kesehatan dan menjaga agar penyebaran COVID-19 bisa tetap dikendalikan. Saya bersyukur dengan PPKM ini mobilitas masyarakat bisa menurun signifikan," kata Menhub.

Selain mengeluarkan aturan Pengendalian transportasi, Kemenhub juga mendukung percepatan penanganan COVID-19 melalui penyelenggaraan vaksinasi di simpul-simpul transportasi berkolaborasi dengan TNI, Polri dan pemerintah daerah, penyediaan tempat isolasi terpusat baik di sekolah-sekolah transportasi maupun di kapal, pemberian bantuan kepada pengemudi angkot dan ojol, dan lain sebagainya.

"Di satu sisi kita harus tetap mawas diri dan waspada terhadap COVID-19, di sisi lain kita memberikan penguatan kepada masyarakat untuk bisa tetap berkegiatan untuk menggerakkan perekonomian. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi di kuartal II ini bisa naik 7 persen. Ini wujud dari konsistensi yang kita lakukan," tandas Budi.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wali Kota Jogjakarta Haryadi Suyuti, Dirut PT KAI Didiek Hartantyo, Kadishub Solo Hari Prihatno, Dirut KCI Roppiq Lutzfi Azhar, Ketua bidang advokasi dan kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno.

(ncm/hns)