Luncurkan Bogor Hitz, Pemkot Bogor Berdayakan & Buka Pasar UMKM Lokal

Erika Dyah - detikFinance
Jumat, 20 Agu 2021 10:20 WIB
Pemkot Bogor
Foto: Pemkot Bogor
Jakarta -

Pemerintah Kota Bogor berkolaborasi dengan Bawa Indonesia Global (BIG) menghadirkan platform pasar digital https://www.bogorhitz.com/. Platform ini hadir untuk menjual produk-produk khas Bogor, mulai dari kerajinan, batik, makanan/minuman olahan, pakaian, dekorasi rumah hingga hobi dan koleksi lainnya.

Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Komisaris PT BIG Eka Sari Lorena Soerbakti hadir meresmikan Platform Bogor Hitz di Balaikota Bogor pada Rabu (18/8). Diketahui, peresmian ini juga disaksikan secara daring oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Dalam kesempatan ini, Bima mengatakan Kota Bogor memiliki potensi dan DNA yang luar biasa, termasuk di sektor UMKM.

"Jangan sampai di era pandemi ini DNA dan potensi yang luar biasa ini tidak bisa membawa kita untuk keluar dari krisis. Makin banyak warga Bogor yang sadar untuk celah-celah berusaha yang baru, urban farming, UMKM dan lain-lain. Nah di sini pemerintah harus hadir untuk membangun kolaborasi. Dibuat panggungnya, dilatih supaya berdaya dan dibuka jalurnya (pasarnya)," ungkap Bima.

Bima menyebutkan upaya ini tidak bisa dihadirkan sendiri oleh Pemerintah, menurutnya harus ada kolaborasi antarpihak.

"Bogor Hitz ini adalah kolaborasi untuk semua. Bagi yang sudah bergabung, Insyaallah ini awal yang baik. Kita akan terus sempurnakan platform ini. Kita ingin yang masuk di sini, bukan saja sekadar masuk pasar secara online. Tapi punya kemungkinan untuk disuntikkan modalnya, untuk dibina agar berdaya, dan dibukakan pasarnya, bukan saja regional tapi juga ekspor," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengapresiasi hadirnya Bogor Hitz sebagai platform kolaborasi bisnis online.

"Ini merupakan sebuah inisiatif yang saya apresiasi karena Pemkot Bogor bersama Bawa Indonesia Global bersinergi memasukan UMKM di Kota Bogor melalui Bogor Hitz," ujar Teten.

Menurut Teten, adaptasi teknologi oleh pelaku UMKM menjadi sebuah keniscayaan di tengah disrupsi dan tantangan akibat pandemi. Hal ini terbukti dari potensi ekonomi digital Indonesia yang terus meroket.

"Pada 2020 Indonesia mencapai pendapatan ekonomi digital sekitar US$ 44 juta atau setara dengan Rp 640 triliun. Nilai ekonomi Indonesia pada 2025 itu berpotensi US$ 124 juta atau setara Rp 1.700 triliun. Ini saya kira satu potensi yang besar. Jangan sampai digital ekonomi kita malah dinikmati oleh produk-produk luar," terangnya.

Ia pun mengungkap di tengah pandemi ini Indonesia masih mencatat pertumbuhan ekspor yang menggembirakan. Teten menambahkan tahun lalu ada 14.000 UMKM yang ekspor, akan tetapi kontribusi ekspor dari UMKM masih relatif kecil.

"Secara umum potensi ekspor masih didominasi oleh produk-produk seperti aksesori, batik, kriya, fashion serta makanan dan minuman olahan. Perlu membidik potensi ekspor saya kira masih banyak, termasuk buah segar, briket, home decor dan juga produk-produk berbahan baku kelautan. Ini market demand-nya ada, potensinya juga ada. Ini perlu strategi," imbuhnya.

Teten pun menyampaikan harapannya agar Bogor Hitz dapat mengambil peran aktif sebagai platform yang mengkonsolidasi UMKM di Bogor dan Jawa Barat, khususnya untuk mengakses e-Commerce lokal.

"Pendekatan ini perlu dilakukan hulu ke hilir untuk mengakselerasi kesiapan UMKM kita dalam bertransformasi digital secara utuh serta menghadirkan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat," pungkasnya.

(mul/mpr)