Perdagangan RI-Aussie Terganggu, Negara Ketiga Raup Untung
Minggu, 02 Apr 2006 15:00 WIB
Jakarta - Dunia usaha mewanti-wanti jangan sampai ketegangan politik Indonesia-Australia merembet ke urusan perdagangan. Kenapa? kedua negara bakal buntung. Sedangkan negara ketiga justru meraup keuntungan.Berdasarkan pengalaman saat terjadi aksi saling boikot terkait Timor-timor, kedua negara dirugikan karena adanya saling ketergantungan impor. Saat itu yang diuntungkan adalah negara ketiga yakni Singapura dan Hongkong."Sampai hari ini dari masalah penarikan duta besar sampai travel warning syukurnya tidak berpengaruh ke perdagangan. Harapan kami hal itu jangan sampai terjadi, karena kita masih tergantung impor dari Australia begitu pun sebaliknya," kata Ketua Umum Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Thomas Darmawan saat dihubungi detikcom di Jakarta, Minggu (2/4/2006).Menurutnya dilihat dari besarnya total nilai perdagangan kedua negara yakni US$ 4,8 miliar pertahunnya dengan nilai ekspor Indonesia US$ 2,5 Miliar dan nilai impor Indonesia US$ 2,3 Miliar akan banyak negara ketiga yang melirik untuk memanfaatkan kondisi ini."Pengalaman saat ada masalah Timor-timor yang diuntungkan negara ketiga yang berperan jadi makelar. Pada saat itu Singapura dan Hongkong," terang Thomas. Dia menjelaskan, jika Indonesia akan impor barang Australia, maka barang tersebut harus ke Singapura atau Hongkong dulu, demikian juga sebaliknya. "Akibatnya eksportir dapat keuntungan sedikit dan importir harus membayar lebih mahal," jelas dia.Saat ini Indonesia mengimpor dari Australia: Gandum, Sapi, Susu bubuk, makanan bayi, raw sugar, anggur, apel, kentang, wortel, biji-bijian. Makanan olahan terdiri dari mentega, Keju dan Yoghurt."Selain itu ada sekitar 20 ribu mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Australia, kalau sampai terganggu studinya karena hubungan politik kasihan sekali," tambahnya.Sementara Australia mengimpor dari Indonesia: furniture, kopi, bumbu-bumbu, makanan olahan dan migas.
(arn/)











































