1.109 Perusahaan Tekstil Minta Kucuran Kredit US$ 349 Juta
Minggu, 02 Apr 2006 17:04 WIB
Jakarta -
Industri tekstil yang dikategorikan sunset industry oleh perbankan sedang menggiatkan revitalisasi permesinan. Dari 6.000 perusahaan yang disurvei Departemen Perindustrian (Deperin) sudah ada 1.109 yang mengajukan kredit senilai US$ 394 juta.Demikian diungkapkan Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka(ILMTA) Departemen Perindustrian Ansari Bukhari kepada Wartawan di Jakarta, Minggu (2/4/2006).Ansari menjelaskan kriteria perusahaan yang akan dikucurkan kredit apabila mesin-mesinnya sudah berumur 20 tahun dengan tingkat utulisasi di atas 50 persen."Dunia usaha harapkan ada skema khusus pengucuran kredit bagi sektor tekstil, kalau bunga kredit seperti sekarang yang 18 persen akan kesulitan. Kalau sekitar 10 persen, baru mereka bisa serap kredit dari bank. Namun pihak perbankan sudah menyatakan tidak bisa melakukan hal itu," keluhnya.Menurutnya sudah dibentuk tim kecil yang terdiri dari Deperin, Bank Indonesia (BI) dan bank pelaksana. Tim ini sedang bekerja keras mencari skema khusus itu."BI minta Deprin untuk mengadakan workshop untuk menjelaskan kondisi industri tekstil, selain itu untuk cari masukan dari direksi bank dengan pelaku usaha untuk dapat skema paling pas," terang Ansari.
(arn/)










































