PLN akan Bangun PLTGU Bontang
Minggu, 02 Apr 2006 23:10 WIB
Jakarta - PLN akan membangun PLTGU di Bontang dengan kapasitas 2 X 75 MW guna mengatasi krisis pasokan listrik di Kalimantan Timur dan menekan kerugian PLN dalam pemakaian BBM. Namun demikian, rencana yang tertuang dalam RUPTL (rencana usaha penyediaan tenaga listrik) ini masih menunggu kepastian memperoleh pasokan gasnya."Kami masih menunggu jawaban dari BP MIGAS apakah masih ada persedian gasnya, untuk membangun pembangkit listrik di sana sudah ada yang berminat," kata Tonny Agus, Deputi Direktur Energi Primer PLN di Jakarta, Minggu (2/4/2006).Pembangunan pembangkit PLTGU di Bontang dengan kapasitas 2 X 75 MW diperkirakan membutuhkan investasi sebesar US$ 60 juta. "Membangun pembangkit itu butuh waktu sekitar 2 tahunan dan ini juga terkait dengan persedian gas yang ada," katanya.Diakui Tonny, sebelumnya PLN telah menandatangani HoA (head of agreement) pembelian gas dengan Total dari lapangan Senipah di Kalimantan Timur sebesar 2 mmscfd untuk kapasitas listrik 5 sampai 10 MW dan sekarang sedang direncanakan untuk membangun pembangkitnya.Tonny menyatakan, rencana pembangunan PLTGU Bontang ini tak terkait pernyataan presiden yang tidak akan memperpanjang kontrak gas yang sudah habis dan akan digunakan sepenuhnya untuk kepentingan domestik. "Ini baru rencana untuk mengatasi krisis listrik di Kalimantan Timur," ujarnya.Pembangkit PLTGU Bontang ini diperkirakan hanya memerlukan gas sebesar 30 mmscfd atau sekitar 1,55 persen dari kebutuhan pasokan gas untuk menghasilkan LNG sebesar 12 mtpa (setara 1992 mmscfd) yang akan dihentikan ekspornya tahun 2009.Sementara itu, sesuai RUPTL 2006-2015 pembangunan PLTGU Bontang direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2009. Pembangkit ini memiliki peranan penting dalam menciptakan keseimbangan pembangunan yang strategis antara Kalimantan Timur Wilayah Selatan (Samarinda, Balikpapan) dengan Kalimantan Timur Wilayah Utara (Bontang, Sangata, Tarakan) diperlukan jaringan transmisi listrik yang menghubungkan kedua wilayah itu.Selain itu juga pembangunan pembangkit PLTGU Bontang juga untuk mengatasi kerugian PLN akibat tingginya pemakaian BBM. Dari 366 MW pembangkit listrik yang terpasang sebesar 82 persen masih mengunakan diesel generator, hal ini menyebabkan biaya pokok produksi listrik menjadi tinggi. Dengan mengunakan pembangkit PLTGU Bontang diharapkan mampu mengganti sebagian besar pembangkit diesel di Kalimantan Timur sehingga dapat menekan kerugian dalam pemakaian BBM.
(mar/)











































