Kargo 'Raksasa' 2 Minggu Mengarungi Lautan Sebelum Mendarat di RI

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 22 Agu 2021 16:01 WIB
Kargo Raksasa
Foto: Dok.PT LV Logistics Indonesia
Jakarta -

Kargo raksasa untuk proyek RDMP Balikpapan telah tiba di Indonesia pada 9 Agustus 2021 lalu. Kargo tersebut sampai ke Indonesia setelah berada di atas laut selama 2 minggu lebih karena dikirim dari Korea Selatan pada 24 Juli 2021.

Kargo itu diangkut menggunakan Kapal MT Hanjin yang berisi salah satu paket peralatan berupa Disengager/Stripper, dan Regenerator.

"Alhamdulillah pagi ini salah satu equipment penting dalam kilang kita telah tiba di Balikpapan," kata Direktur Operasi PT Kilang Pertamina Balikpapan Mulyono dalam keterangan tertulis, Minggu (22/8/2021).

Keseluruhan paket yang diproduksi oleh Hyundai Heavy Industry (HHI) Korea ini memiliki berat sekitar 4.000 Ton yang dibagi menjadi sub-peralatan, yang terdiri dari Riser and regenerated catalyst stand pipe, Disengager/stripper, Spent catalyst stand pipe, 2nd stage regenerator, 1st stage regenerator, Withdrawal well, Catalyst cooler stand pipe, Cooled catalyst lift, dan Expansion Joint antara 1st & 2nd regenerator.

Dengan terpasangnya paket peralatan ini nantinya akan menambah progres fisik proyek sebesar +1,5%. Paket ini merupakan salah satu dari 47 peralatan yang membutuhkan proses manufaktur cukup lama yaitu sekitar 2 tahun, yang dalam lingkungan proyek sering disebut dengan Long Lead Item (LLI).

Paket ini merupakan bagian penting dalam unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC), dimana RFCC ini berfungsi untuk mengolah residu minyak mentah menjadi produk yang bernilai lebih tinggi, sehingga dapat meningkatkan profitabilitas kilang.

Selain itu, juga meningkatkan kualitas produk untuk memenuhi standar EURO V yang lebih ramah lingkungan.

Di tengah kondisi pandemi COVID-19 yang sedang meningkat di Indonesia, bahkan di beberapa daerah termasuk Kota Balikpapan memberlakukan PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), KPB tetap mampu bekerja dengan
menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Adapun secara keseluruhan, progres proyek RDMP Balikpapan mencapai 37,82% per 29 Juli 2021.

Sementara itu, pandemi membuat keberangkatan dari Korea yang awalnya direncanakan Januari 2021 akhirnya mundur.

(acd/dna)