Kemenperin Usul Tambah 166 Perusahaan Boleh Operasi 100% Kala PPKM

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 22 Agu 2021 18:15 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
Foto: Dok. Kemenperin
Jakarta -

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan tambahan 166 perusahaan boleh beroperasi secara penuh di masa perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4. Itu merupakan tambahan dari 268 perusahaan yang sudah uji coba saat ini.

"Jumlah ini (166 perusahaan) tambahan dari 268 perusahaan sebelumnya dan kami terus bertahap untuk memverifikasi dan memberikan rekomendasi lagi," kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto dalam keterangan tertulis, Minggu (22/8/2021).

Diperbolehkannya ratusan perusahaan beroperasi 100% dalam masa uji coba sesuai dengan Instruksi Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3 dan Level 2 di Wilayah Jawa dan Bali, yang berlaku pada 17-23 Agustus 2021.

Dalam beleid itu disebutkan akan dilakukan uji coba protokol kesehatan pada perusahaan-perusahaan yang memiliki orientasi ekspor dan domestik untuk beroperasi dengan kapasitas 100% staf yang dibagi minimal dalam dua shift. Uji coba ini dilakukan untuk mendapat feedback sebelum seluruh operasional kegiatan industri dibuka secara penuh.

Eko menilai penerapan uji coba di sektor industri esensial selama ini berjalan dengan baik dan diharapkan pada September nanti bisa beroperasi secara penuh. Untuk itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh pihak dan aktif mensosialisasikan kepada sektor industri agar mereka siap.

Pada Sabtu (21/8) kemarin, Eko melakukan sidak ke pabrik ban PT Gajah Tunggal dan pabrik tekstil PT Pan Brothers Tbk di Tangerang, Banteng, mendampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang. Kedua perusahaan itu berorientasi ekspor.

Dalam sidak itu, kedua perusahaan dinilai sudah menerapkan aturan protokol kesehatan yang ketat bagi karyawan agar tidak ada penyebaran COVID-19 di dalam pabrik. Salah satunya dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk mendukung mobilitas di sektor industri.

"Di dalam program uji coba ini, kami bisa membuktikan bahwa melalui aplikasi ini dapat menjaga protokol kesehatan dengan baik. Sepanjang protokol kesehatannya dijalankan dengan tertib dan disiplin, kita bisa menjaga semua orang tetap sehat dan semua orang bisa bekerja," paparnya.

(aid/dna)