Whattt! Jakarta Urutan Pertama Tata Kota Terburuk di Dunia

Tim Detikcom - detikFinance
Senin, 23 Agu 2021 14:57 WIB
Kawasan Monas, Jakarta, akan ditutup selama libur Lebaran. Hal itu dilakukan sejak PPKM Mikro pada Maret 2021 lalu.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Platform Arsitektur Rethinking The Future melaporkan 10 kota di dunia yang memiliki tata kota buruk. Hal itu salah satunya dikarenakan 'cacatnya' perencanaan infrastruktur.

Dari 10 daftar negara yang memiliki tata kota buruk, DKI Jakarta menempati posisi pertama. Dikutip detikcom, Senin (23/8/2021), berikut daftarnya:

1. DKI Jakarta, Indonesia

Ibu kota Indonesia yang sangat padat, Jakarta dikatakan sebagai tempat dengan desain terburuk di Bumi. Hal itu dikarenakan ruang hijau terbuka kurang memadai, kemacetan lalu lintas yang ekstrem, dan perluasan kota yang tidak terencana.

Kemacetan lalu lintas di Jakarta salah satunya dikarenakan pembangunan infrastruktur. Pemerintah daerah dapat berkontribusi dengan cara mengurangi pelaksanaan proyek jangka panjang.

2. Dubai, Uni Emirat Arab (UEA)

Tidak seperti Jakarta yang menghadapi kekurangan sebagian besar fasilitas, Dubai justru hampir semua hal dibuat tanpa memperhatikan apa yang dipedulikan orang awam.

Dubai disebut sebagai tata kota yang buruk dikarenakan berbagai fasilitas dan gedung-gedung tinggi dibangun tanpa mempertimbangkan dimensi manusia dalam desain ruang, dan tata letak yang tidak mendukung pejalan kaki.

3. Brasilia, Brasil

Brasilia mengalami masalah terlalu banyak desain dalam merancang tata kota, tetapi gagal. Tata ruang kotanya terinspirasi oleh 'pesawat' dengan arsitektur modern, namun sayangnya kota ini mendapat predikat 'tiruan' karena kurangnya koneksi dengan orang-orang yang tinggal di kota tersebut.

4. Atlanta, Georgia, AS

Seperti Jakarta, Atlanta bagi Amerika Serikat (AS) memiliki kemacetan lalu lintas yang sangat mengerikan akibat booming di tahun 80-an dan 90-an. Masalahnya semakin meningkat karena adanya konektor antar negara bagian, di tengah pusat kota Atlanta.

Satu-satunya cara untuk mengatasi masalah kemacetan adalah angkutan massal yang efektif, salah satunya sistem MARTA (kereta bawah tanah) yang tidak memadai perlu diperluas.

5. Sao Paulo, Brasil

Selama abad ke-20, Sao Paulo beralih dari lingkungan perkotaan kecil ke kota metropolitan 3.000 mil persegi dengan pusat kota yang kaya dan pinggiran kota yang miskin. Kota ini disebut sebagai korban dari perencanaan yang tidak merata.

Untuk mengatasi masalah kemacetan, penduduk kaya dan makmur di Sao Paulo memilih perjalanan dengan helikopter. Maklum, kota ini memiliki armada helikopter per kapita terbesar di dunia.

Lihat juga vidoe 'Soal Wacana Interpelasi, Wagub DKI Siap Jelaskan Terkait Formula E':

[Gambas:Video 20detik]