Soal Perdagangan
Asia Timur Kalahkan Eropa
Senin, 03 Apr 2006 13:28 WIB
Jakarta - Di tengah himpitan tingginya harga minyak dunia, Asia Timur tetap mampu mencatat pertumbuhan ekonomi yang mengesankan. Wilayah ini juga sukses menjungkalkan Eropa sebagai kawasan perdagangan paling terbuka di dunia. Asia Timur kini menjadi wilayah perdagangan paling terbuka di dunia dengan nilai ekspor yang melonjak hingga dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir. Demikian siaran pers dari Bank Dunia seperti dikutip dari situs resminya, Senin (3/4/2006).Bank Dunia juga mencatat, di saat tumbuh menjadi kawasan perdagangan yang terbuka, Asia Timur masih menghadapi sejumlah tantangan seperti potensi merebaknya wabah flu burung, terutama antar manusia."Sejauh ini dampak meluasnya flu burung telah diisolasi hanya pada unggas dan peternakan ayam, namun belum menyentuh ke perekonomian secara keseluruhan," ujar Milan Brahmbhatt, pimpinan ekonom Bank Dunia.Pertumbuhan ekonomi negara-negara Asia Timur di tahun kedua juga melebihi angka 4 persen, kecuali untuk Timor Leste. Di kepulauan Pasifik, hanya dua negara yang pertumbuhan ekonominya di atas 4 persen.Pada Semester I-2005, tingginya harga minyak dan pertumbuhan ekonomi Cina yang sedikit melambat ditambah dengan melambatnya ekspor barang teknologi tinggi telah memangkas pertumbuhan ekonomi kawasan ini. Namun setelah semester I-2005, perekonomian Asia Timur berhasil bangkit yang didorong oleh melejitnya ekspor Cina, Jepang dan negara lainnya menyaingi AS."Ekspor Asia Timur melonjak melebihi US$ 2 triliun pada tahun lalu, dan inilah yang menjadi kekuatan pertumbuhan kawasan ini. Pertumbuhan yang kuat ini memberi dampak yang dramatis pada pengurangan angka kemiskinan," kata Homi Kharas, Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik.Ia mencatat, meski sekitar 580 juta orang di kawasan Asia Timur masih hidup dengan pendapatan di bawah US 2 per hari, namun angka ini telah turun hingga 50 juta orang per tahun dalam lima tahun terakhir.
(qom/)











































