Bawang Putih dan Rokok Kretek Picu Inflasi Bulan Maret

Bawang Putih dan Rokok Kretek Picu Inflasi Bulan Maret

- detikFinance
Senin, 03 Apr 2006 14:43 WIB
Jakarta - Kenaikan harga bawang putih dan rokok kretek menjadi biang kerok munculnya inflasi pada bulan Maret yang sebesar 0,03 persen. Namun jika dibandingkan Maret 2004 dan 2005, angka inflasi pada Maret 2006 relatif lebih rendah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi pada Maret 2006 sebesar 0,03 persen. Untuk laju inflasi tahun kalender (Januari-Maret) 2006 sebesar 1,98 persen. Sedangkan laju inflasi secara year on year sebesar 15,74 persen.Inflasi komponen inti pada Maret 2006 sebesar 0,28 persen, dan laju inflasi komponen inti tahun kalender sebesar 1,63 persen. Sedangkan laju inflasi komponen inti secara year on year sebesar 9,64 persen.Dari 45 kota tercatat 22 kota mengalami inflasi dan 23 kita mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kendari sebesar 1,24 persen dan inflasi terendah tercatat di Bandar Lampung sebesar 0,01 persen.Sedangkan deflasi terbesar di Banda Aceh sebesar 2,91 persen dan deflasi terkecil di Bandung dan Semarang masing-masing 0,01 persen. "Penyebab utama disumbang kenaikan harga bawang putih dan rokok kretek sebesar 0,02 persen," kata Kepala BPS Choiril Maksum dalam jumpa pers di Kantor BPS, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (3/4/2006).Angka inflasi Maret 2006 ini lebih kecil dibandingkan pada Maret 2004 yang sebesar 0,36 persen dan Maret 2005 sebesar 1,191 persen. Lebih rendahnya angka inflasi itu menurut Choiril karena deflasi sejumlah bahan makanan seperti beras yang turun 0,13 persen, cabe merah 0,05 persen, daging ayam ras 0,03 persen serta gula merah dan gula pasir. Khusus untuk beras, lanjut Choiril, harga turun karena adanya musim panen menjelang April. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads