3 Fakta Artis Seksi Kantongi Rp 14 M dari OnlyFans

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 24 Agu 2021 19:00 WIB
OnlyFans
3 Fakta Artis Seksi Kantongi Rp 14 M dari OnlyFans
Jakarta -

OnlyFans memutuskan untuk memutuskan untuk melarang berbagai konten seksual dan pornografi di media. Padahal konten itu lah yang membuat para penggunanya meraup uang yang cukup besar.

Berikut 3 fakta soal artis seksi raup untung besar dari OnlyFans:

1. Sehari Dapat Rp 14 M

Melansir CNN, Selasa (24/8/2021), salah satu pembuat konten di OnlyFans yang telah meraup pundi-pundi keuntungan besar misalnya Bella Thorne. Bahkan baru 1 hari menggunakan OnlyFans, dia sudah menghasilkan uang US$ 1 juta atau setara Rp 14,4 miliar.

Thorne sendiri memulai debutnya di OnlyFans pada 14 Agustus 2020 lalu. Dia telah menggunakan platform untuk berbagi konten pribadi dan foto serta video yang belum pernah dilihat sebelumnya dengan

Nama Thorne sendiri memang sebelumnya tidak asing dalam dunia konten dewasa. Tahun lalu mantan bintang Disney itu menerima Vision Award dari Pornhub untuk debut penyutradaraan film dewasanya "Her & Him".

2. Sumber Uang dari Only Fans

Situs berbagi konten ini adalah platform berlangganan berbayar yang dikenal dengan konten dewasa dan NSFW (not safe for work). Untuk para pengguna yang ingin melihat konten-konten para artisnya harus membayar tarif berlangganan sebesar US$ 20 per bulan.

Nah para pembuat konten di OnlyFans akan menerima 80% dari pendapatan langganan mereka. Belum lagi ada uang tip dari penikmat konten mereka.

3. Model Seksi Geram

Model seksi OnlyFans, Megan Barton-Hanson, mengecam keputusan OnlyFans untuk melarang konten seksual dan menyebut langkah tersebut sebagai tindakan yang tidak adil.

Berdasarkan laporan dari Mirror diketahui bahwa Barton-Hanson diperkirakan telah menghasilkan sebanyak £ 800.000 per bulan atau sekitar Rp 15,7 miliar (dengan kurs Rp 19.715/Poundsterling Inggris) dengan memposting gambar dan video yang menarik.

Barton-Hanson menyampaikan kekecewaannya kepada OnlyFans lantaran sejak diluncurkannya platform tersebut telah menjadi platform yang didominasi oleh konten seksual eksplisit, menarik pekerja seks dan pembuat konten eksplisit ke situsnya.

Namun, untuk menarik investasi, OnlyFans semudah itu membuang konten dari para pekerja seks yang membesarkan perusahaannya ini.

"Dulu itu adalah mercusuar harapan di mata saya dan saya pikir stigma seputar pekerjaan seks akan berkurang tetapi sekarang rasanya kita kembali ke titik awal. Pekerja seks selalu diperlakukan tidak adil dan ini adalah contoh lain dari itu," kata Barton-Hanson sebagaimana dikutip dari unilad.

(fdl/fdl)