Ada Vaksinasi Berbayar Tahun Depan, Sasar 27 Juta Orang Kaya

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 25 Agu 2021 14:04 WIB
Vaksin Johnson and Johnson diperkirakan masuk Indonesia bulan depan. Kehadiran vaksin satu kali suntik ini membuat vaksin COVID-19 kian beragam untuk masyarakat
Foto: AP Photo
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan rencana vaksinasi mandiri atau berbayar mulai 2022 bagi masyarakat mampu. Hal itu diberlakukan salah satunya untuk mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Untuk mereka yang akan melakukan boosting dan vaksinasi mandiri juga akan dibuka ruangan untuk tahun depan, namun pemerintah menjamin agar program vaksinasi tercapai untuk herd immunity," kata Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Banggar DPR RI, Rabu (25/8/2021).

Berdasarkan bahan paparannya, setidaknya ada 27 juta orang yang ditargetkan mengakses vaksinasi mandiri tahun depan. Di sisi lain pemerintah akan tetap menyediakan vaksin gratis untuk 70% atau sekitar 189 juta orang dan masyarakat miskin yang menjadi penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

"Vaksinasi tetap kita akan melakukan pengadaan dan pemberian vaksin gratis, tapi kepada kelompok penduduk yang memang sudah jadi target yaitu 70% penduduk dan dalam hal ini kelompok penduduk yaitu penerima PBI harus disecure vaksinasinya," ucapnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan program vaksinasi gratis kepada 70% penduduk sudah dianggarkan dan termasuk dalam rencana belanja negara di bidang kesehatan Rp 77,05 triliun pada 2022. Pemerintah juga masih menyediakan anggaran untuk dukungan vaksinasi pusat Rp 3 triliun dan antisipasi jika terjadi varian baru COVID-19 Rp 6,5 triliun.

"Belanja terutama untuk tetap membiayai COVID-19 yaitu 3T (testing, tracing, treatment) dan perawatan pasien masih dominan hampir Rp 20 triliun sendiri. Kalau pasien makin menurun, angka ini nggak terealisasi, kita harap begitu. Obat-obatan COVID-19 dan insentif nakes masih kita pertahankan tahun depan," tuturnya.

Sebelumnya, wacana vaksinasi mandiri atau berbayar pada tahun depan diungkap Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna bersama DPR RI, Selasa (24/8). Bendahara Negara ini menyebut, vaksinasi mandiri ini ditujukan untuk masyarakat mampu.

"Upaya percepatan vaksinasi dilakukan melalui pelaksanaan program vaksinasi yang dibiayai APBN, juga untuk tahun depan ada skema vaksinasi mandiri pada kelompok masyarakat yang mampu," katanya.

(aid/zlf)