Negeri Raja Salman Cabut Larangan Masuk WNI & 19 Negara Lain

Dana Aditiasari - detikFinance
Rabu, 25 Agu 2021 14:27 WIB
Saat ini pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali untuk umroh dan haji di jamaah negara internasional. Tetapi tidak semua negara bisa masuk karena alasan tertentu dan jenis vaksin yang tidak diakui oleh Saudi Arabia. Lalu bagaimana nasib  para jamaah umroh dan haji Indonesia?
Ilustrasi/Foto: Getty Images
Jakarta -

Arab Saudi pada hari Selasa mencabut larangan masuk langsung pada warga negara asing (WNA) dari 20 negara. Sebelumnya, Arab Saudi menutup total akses masuk ke negaranya pada Februari sebagai cara untuk menekan laju penyebaran COVID-19.

Mengutip Arab News, Rabu (25/8/2021), Badan Konsuler Kementerian Luar Negeri mengatakan keputusan pembukaan akses masuk itu hanya berlaku untuk ekspatriat yang divaksinasi penuh di Arab Saudi sebelum mereka berangkat ke negara asal mereka. Larangan itu mengecualikan warga negara Saudi, diplomat asing, praktisi kesehatan, dan keluarga mereka.

Pengumuman itu muncul ketika Arab Saudi mencatat tujuh kematian baru terkait COVID-19 pada hari Selasa, meningkatkan jumlah total kematian menjadi 8.497.

Ekspatriat yang ingin kembali ke Arab Saudi harus menjalani semua pengecekan kesehatan untuk memastikan mereka bebas dari infeksi, tambah agensi tersebut. Negara yang dapat izin antara lain UEA, Mesir, Lebanon, Turki, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Irlandia, Portugal, Swiss, Swedia, Brasil, Argentina, Afrika Selatan, India, Indonesia, Pakistan, dan Jepang.

Ini juga berlaku untuk pelancong yang telah transit melalui salah satu dari 20 negara tersebut dalam 14 hari sebelum kunjungan yang direncanakan ke Kerajaan. Sebelumnya, larangan masuk langsung diberlakukan karena lonjakan global dalam kasus yang terkait dengan varian yang terdeteksi di Inggris, Afrika Selatan dan Brasil dan kekhawatiran bahwa vaksin yang diluncurkan di seluruh dunia mungkin kurang efektif terhadap mereka.

Banyak penumpang telah menggunakan Dubai sebagai pusat transit dari negara-negara di mana tidak ada penerbangan langsung ke Arab Saudi, opsi yang tidak lagi tersedia setelah larangan itu berlaku. Selain larangan Februari, pejabat kesehatan Saudi memperingatkan bahwa tindakan yang lebih ketat akan diperlukan untuk mengekang penyebaran virus jika masyarakat terus melanggar peraturan tentang jarak sosial dan larangan pertemuan besar.

Penerbangan ke dan dari Kerajaan pertama kali ditangguhkan pada 14 Maret 2020, dua minggu setelah Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa wabah virus corona adalah pandemi.

Masuk ke Arab Saudi melalui udara, darat dan laut dilanjutkan pada 3 Januari.

(dna/hns)