Simak! Sri Mulyani Ungkap Ancaman ke Miliaran Pekerja Selain COVID-19

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 26 Agu 2021 13:40 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani didampingi anggota dewan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan kerangka kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM PPKF) tahun 2022, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (20/05/2021).
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Kenaikan suhu bumi menjadi salah satu prioritas yang akan terus menjadi perhatian semua negara di dunia. Para ilmuwan mengungkap saat ini suhu bumi sudah naik 1,1 derajat celcius.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap berdasarkan kajian United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), bahwa 1,5 miliar pekerja akan terpengaruh oleh perubahan iklim.

"Dan perlunya dunia melakukan transisi menuju apa yang disebut ekonomi yang lebih sustainable," kata Sri Mulyani dalam SAFE Forum 2021 secara virtual, Kamis (26/8/2021).

Sri Mulyani mengungkap, perubahan iklim ini akan berdampak kepada seluruh negara di dunia. Namun, tetap akan ada negara yang tidak mampu untuk menanggulangi perubahan iklim.

"Negara yang tidak mampu akan mengalami konsekuensi yang lebih parah sama seperti COVID-19. Kalau kita lihat negara-negara yang tidak mampu, apakah untuk mendapatkan vaksin tidak memiliki sistem kesehatan yang bagus. Maka dampaknya kepada masyarakat dan ekonominya akan jauh lebih parah demikian juga climate change," jelasnya.

Oleh karena itu, Sri Mulyani menegaskan perlu adanya kolaborasi Internasional. Ia mengungkap sudah ada kolaborasi yang dibuat, mulai dari Paris Agreement dan Sustainable Development Goals atau tujuan pembangunan berkelanjutan.

"Pertemuan Sustainable Development Goals setiap tahunnya berupaya dan berambisi untuk bisa makin mengikat komitmen dari semua negara untuk bisa berkontribusi menurunkan emisi karbonnya," ujarnya.

"Salah satu yang tentukan yang kita semuanya sering dengar adalah pertemuan di Paris yang menghasilkan Perjanjian Paris atau Paris Agreement. Paris agreement adalah negara-negara secara bersama-sama kolektif menyampaikan komitmen dari sisi masing-masing negara untuk menurunkan emisi karbonnya," jelasnya.

Indonesia di dalam Paris agreement telah menyampaikan bahwa akan menurunkan CO2 dengan upaya sendiri sebesar 29%. Namun, dengan bantuan Internasional terutama negara-negara yang memiliki akses teknologi dan keuangan yang lebih baik, maka akan bisa meningkatkan penurunan CO2 nya menjadi 41%.

(ara/ara)