UMKM Didorong Manfaatkan SMESCO agar Go Digital

Khoirul Anam - detikFinance
Kamis, 26 Agu 2021 16:31 WIB
Young women taking photo to shoes with cell telephone or smartphone digital camera for post to sell online on the Internet and preparing pack product box. Selling online ideas concept
Foto: iStockphoto/CrispyPork
Jakarta -

Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) mendorong para pelaku UMKM untuk merambah ke pasar digital. Langkah ini melalui pemanfaatan SMESCO sebagai center of excellent UMKM.

Deputi Bidang UKM Kemenkop UKM, Hanung Harimba Rachman, mengatakan jumlah UMKM yang telah onboarding pada ekosistem digital mencapai 15,3 juta (23,9%) atau naik 7,3 juta selama pandemi. Sementara itu, kata dia, target hingga 2024 mencapai 30 juta UMKM.

"Potensi digital Indonesia pada tahun 2025 mencapai USD 124 miliar atau lebih dari Rp 1.700 triliun dan merupakan penggunaan e-commerce tertinggi se-Asia Tenggara," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (26/8/2021).

Diketahui, data Kementerian Perdagangan 2021 menyebut, jumlah transaksi e-commerce 2020 mencapai Rp 266 triliun. Sedangkan sampai dengan triwulan II tahun 2021 jumlah transaksi e-commerce telah mencapai Rp 186,75 triliun atau meningkat 63,36% (yoy), hal ini menunjukkan potensi yang cukup besar.

"Beberapa tantangan kita ke depan, antara lain persaingan usaha yang tidak sehat, keamanan siber, literasi digital, dan industri teknologi informasi komunikasi yang masih didominasi produk impor," katanya.

Oleh karena itu, kata Hanung, pihaknya mendorong para pelaku UMKM agar dapat masuk ke dalam sistem ekosistem digital melalui penguatan kapasitas dan daya saing UMKM, seperti EDUKUKM, webinar sparc campus, kakak asuh UMKM, pendampingan GEBER UMKM, dan Inkubator Usaha.

Ia menyebutkan, Kemenkop UKM menyiapkan SMESCO sebagai Center Of Excellence UMKM dengan beberapa strategi, yakni Smesco Labo sebagai laboratorium eksplorasi serta riset UMKM masa depan; kurasi produk melalui Sparc Trade, hingga akses dan pendampingan UKM ekspor di BNI Xpora; serta pendampingan melalui Kakak Asuh UMKM, Sparc Campus, dan kolaborasi dengan asosiasi pendamping UMKM.

Selain itu, inovasi dukungan logistik melalui fulfillment center (konsolidasi pemrosesan logistik produk UMKM); factory sharing melalui cloud kitchen; dan Siren.id.

"Melalui Center Of Excellence UMKM SMESCO diharapkan dapat menjawab beberapa permasalahan seperti perluasan pasar, bahan baku, sumber daya manusia, analisis data, dan logistik. Saya berharap sinergi dan kolaborasi terus dilakukan antara kementerian/lembaga, SMESCO, pemerintah daerah, BUMN, swasta, dan seluruh stakeholder sehingga dapat melahirkan UMKM unggul di masa depan," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Smesco Indonesia Leonard Theosabrata, mengatakan SMESCO Indonesia memetakan pertumbuhan platform digital telah membawa Indonesia menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di ASEAN dalam kurun dua tahun. Pertumbuhan itu meliputi e-commerce, ride hailing, dan pembayaran digital.

"SMESCO telah menuntaskan lima pilar pendekatan percepatan pemulihan ekonomi mikro yakni platform digital untuk menjangkau pelanggan, platform digital untuk menjangkau pemasok, platform digital untuk back office, platform digital untuk analitic data dan platform digital untuk logistic," kata Leonard.

Lebih lanjut, ia memaparkan, SMESCO menargetkan digitalisasi 158.000 UMKM hingga 2023. Dalam kurun waktu tersebut, kata dia, akan terbentuk sebuah ekosistem UMKM SMESCO yang memiliki kekuatan ekonomi digital unggul.

Ia juga menegaskan, keberadaan UMKM akan didukung dengan tujuh fasilitas layanan usaha bagi pelaku UMKM, yakni Pusat Wastra Nusantara, Xpora, Fulfillment Center, Smesco Hub Timur, Smesco Labo, Pusat Layanan UKM dan Siren.id.

Diketahui, Siren.id merupakan platform dropship dan reseller yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pemasaran produk UMKM, sedangkan member Siren.id bisa mendapatkan keuntungan dari proses penjualan produk UMKM tersebut. Dalam platform ini ditetapkan satu harga harga ongkos kirim atau flat untuk tujuan kirim dari dan ke seluruh Indonesia.

Leonard mengatakan, terciptanya sinergi antara UMKM, pemerintah, dan stakeholder pendukung lainnya bisa dipastikan proses transformasi digital UMKM akan dapat berjalan sempurna.

"Dengan begitu target pemerintah untuk memperbanyak UMKM berbasis digital dapat segera terwujud. Dalam ekosistem ekonomi digital Indonesia, yang bisa menjadikan SMESCO sebagai hub transformasi digitalisasi UMKM masa depan," kata dia.

(ega/hns)