Ramai Mal Gugur dan Terancam Dijual, Fenomena Apa?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 30 Agu 2021 09:05 WIB
Pusat perbelanjaan The Park Solo Baru di Sukoharjo, Jawa Tengah, masih sepi pengunjung. Sebagian gerai masih tutup karena menunggu surat pelonggaran PPKM dari bupati.
Ilustrasi Foto: Agung Mardika
Jakarta -

Pandemi COVID-19 memberikan dampak yang besar bagi pusat perbelanjaan atau mal. Imbas pandemi, sebanyak 5 mal di Bandung terancam dijual karena sepinya pengunjung.

"Ya kurang lebih begitu. Kalau kepastian belum tahu karena data yang masuk kami bicaranya begitu," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Bandung Raya Handianto Lie kepada detikcom, Selasa lalu (24/8/2021).

Ia tak merinci mal apa saja yang terancam dijual. Meski demikian, mal-mal tersebut dipastikan di wilayah Bandung Raya.

Mal-mal tersebut terancam dijual karena minimnya kunjungan. Meski sudah diperbolehkan operasi di masa PPKM, kunjungan masyarakat di mal masih sepi.

Dia menyebut dari 50% kapasitas yang ditetapkan pemerintah misalnya, kedatangan pengunjung masih di bawah 20% atau sekitar 10-15%. Ada juga yang di bawah 10%.

"Ya awalnya sih memang sebelum COVID juga ada beberapa yang memang kurang berjalan baik. Ditambah dengan sekarang nih. Kemarin puncaknya waktu PPKM ya nggak kuat lah," kata dia.

Dia bilang, mal-mal berstatus trade center kondisinya kurang baik karena daya beli masyarakat berkurang. Kemudian ditambah dengan kekhawatiran masyarakat berkunjung ke mal.

Kemudian, masyarakat juga tak berkunjung ke mal karena masih adanya pembatasan jenis usaha yang tidak boleh buka.

"Bioskop lah kemarin sebelum PPKM sudah boleh buka itu kunjungan mal drastis naik ditambah ada film bagus. Sekarang PPKM tutup nggak boleh lagi buka," ujarnya.