Shandy Purnamasari Crazy Rich Malang Ungkap Rahasia Produknya Tembus AS

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 30 Agu 2021 10:55 WIB
Shandy Purnamasari yang memutuskan berhijab.
Foto: Dok.Instagram @shandypurnamasari
Jakarta -

Pemilik dan founder dari MS Glow, Shandy Purnamasari mengungkap produknya udah masuk Hong Kong, Malaysia, Singapura, Arab Saudi, hingga Amerika Serikat (AS).

"Inginnya juga nggak cuma di lokal aja tapi bisa ke negara lain juga. Sekarang produk kita, seller kita sudah sampai Hong Kong, Malaysia, Singapura, dan Arab. Kemarin kita juga sudah kerja sama dengan USA, New York ya untuk kita bisa pasarkan ke sana juga," katanya yang juga istri crazy rich Malang Gilang Widya Purnama, dalam acara Marketing Festival 2021 secara virtual, Senin (30/8/2021).

Shandy mengungkap untuk membesarkan bisnis butuh waktu yang tidak sebentar. Dia membangun bisnisnya antara 2013 hingga 2015 dan saat itu hanya mempromosikan produk di media sosial saja.

Menurutnya kala itu media sosial menjadi peluang besar agar produknya bisa mencapai dikenal dari Sabang hingga Merauke. Kini Shandy bisa menjual produk hingga 1 juta produk tiap bulannya.

"Yang pasti melihat peluang. Saat itu kan media sosial belum banyak digunakan oleh orang-orang itu di 2013. Pada waktu itu, saya itu punya produk, bagaimana saya bisa kirim ke Papua? Nggak bisa terjangkau untuk datang ke klinik. Waktu itu peluangnya itu di situ," katanya.

Selain itu, dia ingin agar perempuan di Indonesia bisa menghasilkan uang sendiri meskipun hanya di rumah. Mereka yang menjual produk MS Glow juga sebelumnya sudah mencoba produk tersebut.

"Nah seller kita juga berawal dari customer kita, karena mereka merasa cocok akhirnya mereka berpikir oh ini waktunya saya berjualan juga," jelasnya.

Dengan bisnisnya yang kini sudah menembus pasar luar negeri, Shandy mengungkap produk-produk lokal juga memiliki kualitas yang sama dengan produk luar negeri. Selain itu, juga punya saya saing yang tinggi untuk masuk ke pasar global.

"Produk lokal itu sangat-sangat bisa yang bisa bersaing dengan produk-produk luar, karena kami punya manufaktur yang kita impor ingredient-nya juga dari luar. Kalau mau di-compare dengan produk luar, kita ini produk lokal ingredient-nya dari luar. Jadi kualitasnya sama," terangnya.

Shandy juga meyakini produk yang dibuatnya merupakan produk halal sejak 2015. Dia juga mengatakan tren produk halal tengah melonjak di pasaran.

"Sejak 2015 memang itu konsennya di produk halal. Kita sangat-sangat men-support produk halal. Manufakturnya kita jualan memang halal produk. Tren halal produk memang lagi naik banget. Terutama untuk ingredient yang digunakan dalam skincare," tutupnya.

(ara/ara)