Seberapa Besar Potensi Fesyen Muslim di RI? Ini Kata Pelaku Usahanya

Inkana Putri - detikFinance
Senin, 30 Agu 2021 15:28 WIB
Instagram/kamiidea
Foto: Instagram/kamiidea
Jakarta -

Tingginya jumlah penduduk muslim mendorong kebutuhan akan industri halal dan syariah di Indonesia. Berdasarkan data majalah media Kementerian Keuangan Edisi Mei 2019, ekonomi syariah nasional menyumbang PDB hingga US$ 3,8 miliar per tahun dan membuka 127.000 lapangan kerja baru setiap tahunnya.

Besarnya kontribusi pasar muslim di Indonesia juga mendongkrak potensi tren fesyen muslim. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah transaksi fesyen muslim di bulan Ramadan yang meningkat 3 kali lipat di Tokopedia.

"Kalau kita lihat minat (fesyen muslim) terus meningkat, terutama di bulan Ramadan ini dan semakin membaik dibanding pas awal pandemi. Misalnya puncaknya di acara WIB Spesial Ramadan 23 April kemarin, transaksi fesyen muslim meningkatnya bisa sampai 3 kali lipat dan kalau kita lihat banyak banget muncul brand fesyen muslim lokal yang kualitasnya bagus dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ujar Direktur Tokopedia Salam, Astri W dalam acara Topcast 'Potensi Pasar Muslim di Indonesia', Senin (30/8/2021).

Melihat hal ini, Astri meyakini ke depan Indonesia dapat berpotensi menjadi kiblat fesyen muslim. Terlebih saat ini pasar fesyen muslim di Indonesia juga sangat besar.

"Dari segi kreativitas, sangat bisa kita jadi kiblat fesyen muslim. Bahkan, tren bergo yang bentuknya macem-macem itu juga dari Indonesia. Jadi, pertama dari marketnya sangat besar di negara kita. Ini potensi banget dan menjadi brand lokal berpotensi tumbuh," katanya.

Senada dengan Astri, Desainer fashion muslim dan founder 'Kami Idea', Istafiana Candarini dan Nadya Karina menyampaikan hingga kini perkembangan fesyen muslim menjadi semakin meningkat. Hal ini pun berdampak terhadap terbukanya industri tekstil bagi brand lokal.

Ista menyebut kondisi ini juga menjadi faktor bagi brand fesyen lokal untuk saling berkolaborasi mendorong fesyen muslim Indonesia menjadi modest fesyen.

"Kita nggak nyangka tahun 2021 akan segini banyaknya UMKM fesyen muslim. Kita lihatnya ini jadi tambahan gimana agar kita terus berinovasi dan berkarya. Efek salah satu yang kita rasakan terbukanya industri tekstil untuk pengusaha lokal. Makin ke sini bukan makin berkompetisi. tapi malah berkolaborasi gimana caranya fesyen muslim Indonesia nggak dipandang sebelah mata," katanya.

"Udah banyak juga opini dari negara lain kalau modest fesyen di Indonesia itu sangat beragam dan kreatif. Kalau dari Kami Idea, kami yakin insya Allah Indonesia bisa jadi modest fesyen dunia," imbuhnya.

Soal fesyen lokal, Ista menjelaskan saat ini Indonesia masih mengadopsi tren fesyen barat dan bermain pada motif dan warna. Hal ini juga dilakukan oleh Kami Idea yang menghadirkan warna earth tone sebagai ciri khas brandnya.

"Kalau tren fesyen muslim pada khususnya lihatnya hampir semuanya bermain di pattern atau motif, kalau secara tren keseluruhan kita masih mengadopsi tren fesyen barat. Kalau kami (mengadopsi) tren warna, pattern-nya, masih secara konvensional," ungkapnya.

"Dari awal kemunculan, kami banyak menghadirkan range warna yang bervariasi. Di antara warna yang kita keluarkan, ternyata warna-warna earth tone jadi yang banyak diminati. Lama-lama kelamaan warna tersebut jadi ciri khas brand kami dan sesuai dengan kulit orang Indonesia juga," tambahnya.

Meski semakin berkembang, fesyen muslim Indonesia tentunya perlu didorong dengan berbagai hal. Salah satunya melalui inovasi produk dan layanan, khususnya di tengah pandemi. Guna dapat bertahan saat pandemi, Kami Idea menggenjot kembali penjualan secara online dan menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Sebenernya tantangan pandemi terasa banget di awal, karena channel kita ada online dan offline. Dan kita mikir gimana supaya stok yang ada di offline kita pindahkan ke online, salah satunya melalui Tokopedia selain dari website sendiri. Dan kita juga brainstorming eksplor ide-ide apa gimana caranya menghadirkan koleksi yang sesuai dan dapat diterima di masa pandemi. Salah satunya dengan menghadirkan produk yang bahannya nyaman dipakai di rumah," pungkasnya.



Simak Video "Tokopedia Dinobatkan Sebagai E-Commerce dengan Tampilan Terbaik"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)