PPKM Diperpanjang Terus: Pedagang Pasar Lolos COVID Eh Terjebak Kelaparan

ADVERTISEMENT

PPKM Diperpanjang Terus: Pedagang Pasar Lolos COVID Eh Terjebak Kelaparan

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 30 Agu 2021 18:40 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Nasib pedagang pasar jadi isu utama di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang terus diperpanjang oleh pemerintah. Hal tersebut terungkap dalam diskusi membahas penerapan Pasar Tangguh Bencana beberapa waktu lalu.

Yang di bahas dalam diskusi tersebut bagaimana penanganan para pengelola pasar, baik stake holder yang ada di pasar menangani bencana yang ada di pasar baik itu pasar rubuh, pasar kebakaran, dan lainnya.

Ketua 1 INKOPPAS, Andrian Lame Muhar dalam acara diskusi tersebut memberikan masukan seputar penanganan Petunjuk pelaksanaan(juklak) pasar tangguh bencana.

"Penganan pasar di era pandemi bukan hanya berbentuk fisik semata, bagaimana Pemerintah ( BNPB) mensosialisasikan menjaga jarak, memakai masker, Tapi juga fokus menangani masalah Sosial para pedagang pasar itu sendiri," kata dia dalam kesempatan tersebut.

"PPKM dari level 2, 3, dan 4 berdampak bagi pedagang pasar, menurut pedagang pasar hal tersebut merupakan bencana, para pedagang lolos dari COVID dan dengan pasar di buat 50% yang bisa masuk menyebabkan para pedagang tidak lolos dari bencana kelaparan, karena para pedagang pasar tidak memiliki pendapatan yang pasti," sambung Andrian .

Andrian melanjutkan, BNPB sebagai Stake Holder dari Pemerintah seharusnya juga ikut menangani masalah sosial yang terjadi dari para pedagang pasar, contohnya dengan adanya 5 M yaitu mencuci tangan, memakai masker apakah bisa menjamin para pedagang pasar itu setiap hari menggunakan masker yang benar-benar bersertifikasi setidaknya para pedagang pasar hanya menggunakan masker kain.

"Sekarang Pemerintah bilang masker kain harus di lapisi dengan masker medis, dan untuk masker medis ini pedagang pasar tidak mempunyai biaya untuk membeli, seharusnya Pemerintah( BNPB) ikut andil menyediakan/ menyumbang masker medis tersebut, dan juga memberikan stimulus- stimulus yang penting untuk pedagang pasar," tutur dia.

INKOPPAS mengadakan digitalisasi merupakan upaya memberikan stimulus- stimulus kepada pedagang pasar agar para pedagang pasar lebih mudah mendapatkan market- market mereka, kalau pasar di tutup hingga 50%.

Hasil forum diskusi pasar tanggap bencana salah satunya membentuk satgas. Satgas ini terdiri dari Perwakilan Pedagang Pasar,Perwakilan dari pengelola pasar, perwakilan dari pemerintah, khususnya BNPB, dan perwakilan dari keamanan setempat (seperti polres, polda, dan sebagainya). Dan, untuk relawan relawan yang ikut hadir, khususnya dari masyarakat umum tidak diperbolehkan karena ini nanti dipantau oleh negara.

"Harapannya,dengan penurunan level para pedagang sudah mulai giat kembali. Sampai kapan pandemi ini berakhir apabila Pemerintah tidak menyadari dalam menangani ini. Bisa jadi akan terjadi lagi level 4 atau bahkan level 5. Sampai akhirnya pasar ditutup, maka kehidupan para pedagang pasar akan sangat miris sekali," pungkas Andrian.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT