Usai Tanam Modal Rp 118,8 T, Perusahaan Ini Malah Diselidiki China

Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 31 Agu 2021 09:56 WIB
Bendera China
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Pemerintah China tengah menyelidiki investasi properti yang dilakukan oleh salah satu perusahaan sektor finansial terbesar di China, Ping An Insurance Group Co of China Ltd.

Melansir Reuters, Selasa (31/8), pemerintah China melalui Komisi Regulasi Perbankan dan Asuransi China (CBIRC) memulai penyelidikan ini setelah perusahaan asuransi terbesar di negeri tirai bambu itu pada Februari lalu mengungkapkan aset perusahaan di China Fortune Land Development Co Ltd mencapai 54 miliar yuan atau sekitar Rp 118,8 triliun (dengan kurs Rp 2.200/yuan).

Selain itu, penyelidikan terhadap investasi yang dijalankan oleh Ping An juga dilakukan lantaran saat ini Beijing sedang mempertajam pengawasannya terhadap pasar real estat yang sedang panas-panasnya di negara itu. Hal ini dilakukan Beijing dengan cara menangani pinjaman tak terkendali yang telah memicu kekhawatiran tentang risiko keuangan yang dapat ditimbulkan.

Oleh karena itu penyelidikan terhadap Ping An dilakukan oleh pemerintah China dengan tujuan untuk mengungkap dan menahan risiko yang terkait dengan portofolio investasi propertinya.

Namun tidak berhenti di sana, CBIRC saat ini juga telah memerintahkan Ping An untuk berhenti menjual produk investasi alternatif seperti properti. Hal ini dilakukan oleh pemerintah China lantaran saat ini mereka tengah berupaya untuk mengekang aliran kredit yang tidak diatur ke pasar properti.

Ketika aturan baru menghentikan pinjaman bayangan kepada pengembang, tekanan tersebut meningkatkan risiko gagal bayar untuk beberapa pemain properti terbesar di negara itu.

Menanggapi hal tersebut, Ping An mengungkapkan bahwa eksposur dari properti jumlahnya lebih sedikit dibandingkan batas aturan yang ditetapkan. Oleh sebab itu mereka merasa bahwa investasi properti yang dilakukannya tidaklah salah karena nilai eksposur real estatnya secara signifikan masih lebih rendah dari batas peraturan yang ada.

Ping An melakukan penyesuaian terhadap pendapatannya termasuk ketentuan penurunan nilai pemesanan sebesar 35,9 miliar yuan terkait China Fortune pada semester pertama 2021. Ini berkontribusi terhadap penurunan laba bersih sebesar 15,5 persen pada Januari-Juni.

China Fortune sebagai pengembang kawasan industri dan real estat perkotaan mengatakan memiliki utang dan bunga yang telah jatuh tempo senilai 69,2 miliar yuan pada akhir Juni.

Total eksposur terkait nilai properti yang dimiliki Ping An sebesar 185 miliar yuan. Angka ini menyumbangkan 4,8 persen-4,9 persen dari total portofolio yang dimiliki Ping An secara menyeluruh yang mencapai 3,8 triliun yuan.

(zlf/zlf)