Kolom

Memajukan Budidaya Perikanan Berbasis Kearifan Lokal

Sakti Wahyu Trenggono - detikFinance
Selasa, 31 Agu 2021 15:29 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono
Foto: dok. KKP
Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menetapkan pembangunan kampung perikanan budidaya tawar, payau dan laut berbasis kearifan lokal menjadi salah satu dari tiga program terobosan untuk periode 2021-2024.

Secara ringkas dapat saya sampaikan bahwa pembangunan kampung-kampung budidaya perikanan berbasis kearifan lokal merupakan program pemberdayaan masyarakat untuk mendorong terciptanya kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan di satu daerah melalui kegiatan budidaya perikanan. Program ini akan memicu tumbuhnya pusat ekonomi baru di satu daerah.

Penyematan kata "kearifan lokal" tidak sebatas mengacu pada cara budidaya-nya tapi juga komoditas yang dibudidayakan. Sebagai contoh nantinya akan ada kampung budidaya ikan belida di Sumatera Selatan, atau kampung budidaya aruan di Pulau Kalimantan.

Jadi, target lain dari program pembangunan kampung-kampung budidaya perikanan berbasis kearifan lokal ini sekaligus menjaga keberlanjutan ikan-ikan unggulan di satu daerah. Ikan-ikan lokal yang mulai tergerus populasinya akibat penangkapan yang tidak terkontrol, akan diupayakan kelestariannya melalui program terobosan ini.

Komoditas sasaran kampung budidaya berbasis kearifan lokal meliputi perikanan air tawar, payau dan laut (asin) dengan target membuat pertumbuhan ekonomi lebih merata bagi masyarakat perikanan, baik yang tinggal di pedalaman yakni yang jauh dari laut, maupun yang tinggal di wilayah pesisir.

Kunci Sukses

Program terobosan pembangunan kampung budidaya berbasis kearifan lokal akan sukses jika peran riset diberikan porsi besar.

Artinya, pembangunan yang dilakukan di satu daerah sudah melalui telaah yang dalam. Baik dari sisi sosial, lingkungan hingga pasar.

Kenapa riset penting, karena program terobosan ini dirancang bukan sebatas menjadikan kampung budidaya sebagai tempat produksi tapi sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi yang menelurkan kegiatan-kegiatan ekonomi lain (multiplier effect).

Dengan demikian program terobosan kampung budidaya benar-benar menjadi kekuatan ekonomi lokal yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, bertambahnya pendapatan asli daerah (PAD) dan menjadi ladang lapangan pekerjaan.

Permodalan juga menjadi bagian penting dalam penerapan program terobosan pembangunan kampung budidaya berbasis kearifan lokal.

Untuk itu, KKP menyiapkan bantuan pinjaman modal melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLULPMUKP), di samping dukungan infrastruktur hingga pasar. Mekanisme peminjamannya bisa melalui perorangan maupun koperasi.

Kemudian KKP memberikan dukungan pendampingan yang meliputi pendampingan manajemen usaha dan pendampingan teknis usaha.

Sebab tolak ukur keberhasilan program ini tidak hanya nilai panen yang didapat pembudidaya tapi juga kelancaran debitur dalam membayar kewajiban, agar dukungan pembiayaan permodalan melalui dana bergulir yang digelontorkan pemerintah pusat dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kelautan dan perikanan lainnya.

Peran unit pelaksana teknis (UPT) di bawah naungan unit eselon I KKP juga akan dioptimalkan dalam mengimplementasikan program terobosan kampung budidaya berbasis perikanan lokal di tengah masyarakat. UPT harus berperan dalam memproduksi pakan dan benih untuk menyokong kegiatan budidaya yang dijalani masyarakat.

Lanjut ke halaman berikutnya



Simak Video "KPK Minta Istri Pejabat KKP Ingatkan Suami Agar Tak Korupsi"
[Gambas:Video 20detik]