Pengusaha Resto-Kafe Teriak Omzet Anjlok 90%, Ratusan Karyawan Dirumahkan

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 01 Sep 2021 16:51 WIB
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga di Restoran
Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom
Jakarta -

Selama PPKM yang berlangsung sejak pertengahan 2021, restoran dan kafe menjadi sektor yang paling terdampak. Para pengusaha pun mengungkap pendapatan mereka anjlok 70-90% selama PPKM.

"Holywings kan tempat nongkrong jadi pendapatan kita ya turun di atas 90%. Karyawan tetap kita gaji. Sebagai pelaku usaha selama PPKM ini kami super covering," kata Co-Founder Holywings, Ivan Tanjaya, saat ditemui di Resto GIOI Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/8/2021).

Founder dari Ms Jackson, Vinnie K Rumbayan pun mengaku terpaksa merumahkan 200 karyawannya selama restoran dan kafenya ditutup selama PPKM. Pendapatan pun merosot hingga 90%.

"Kalau dari Ms Jackson beberapa kafe 200 karyawan dirumahkan pada waktu itu, digaji juga COVID-19 dirumahkan daripada dipecat mau nggak mau, dirumahkan aja. Kalau pendapatan turun hampir 90% sama aja," ujarnya.

Ia pun mengungkap saat PPKM berlangsung sebagai pelaku usaha sakit hati dengan adanya aturan itu. Mengingat banyak bisnisnya yang harus ditutup karena jika dibuka juga tidak untung.

"PPKM ini kan bikin kita sakit ya, semua sakit karena PPKM, semua juga berdarah-darah karena PPKM. Jadi kenapa milih tutup resto-kafe ya karena juga nggak ada untungnya. Kami stop delivery juga nggak ada untungnya," ujarnya.

Di tempat yang sama Founder dari GIOI, Anthony Sadeli mengungkap usahanya merosot hingga 80%. Dengan adanya pelonggaran bisa ada kenaikan pendapatan, tetapi untuk kembali ke kondisi sebelum pandemi cukup sulit.

"Pendapatan tentu turun 70-80% tetapi kami mengandalkan delivery dan memperdayakan karyawan yang ada. Harapannya, bisa ada kenaikan keuntungan tetapi kami tidak bisa expect 100% lebih kalau bisa harapan kita profit kita 80%. Tetapi ini kan karena sudah dua tahun itu juga jadi masa masa yang sulit bagi kami," tutupnya.

Simak juga video 'PPKM Lanjut, Jokowi Waspadai Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-IV 2021':

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)