Kejar Produksi Udang 2 Juta Ton, Begini Jurus Pemerintah

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 02 Sep 2021 20:10 WIB
Budi daya udang Panama belum banyak digeluti kalangan petambak. Meski berpotensi peroleh untung tinggi, budi daya udang ini juga punya risiko gagal cukup tinggi
Foto: Imam Suripto/Detikcom

Tebe juga optimistis, pembangunan tambak udang berbasis kawasan di Kebumen akan menyerap banyak tenaga kerja, meningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan menambah devisa negara. Setidaknya dibutuhkan 1.000 tenaga kerja lokol untuk mendukung jalannya program terobosan tambak udang berbasis kawasan di Kebumen.

"Jangan sampai kami membangun sesuatu di Kebumen tapi masyarakat hanya menjadi penonton. Ini menyalahi. Tapi kami mohon juga sama Pak Bupati untuk menyiapkan SDM yang sesuai," pungkas Tebe.

Skema tambak udang berbasis kawasan tidak hanya untuk menggenjot volume dan kualitas udang tapi juga kontinuitas kegiatan budidaya. Sebab selama ini, kegiatan budidaya di Kebumen cenderung tidak bertahan lama lantaran sejumlah faktor, di antaranya ekosistem tambak yang sudah terkontaminasi penyakit dan permodalan.

"Tambak-tambak rakyat di Kebumen setelah kami pelajari, panen pertama untung, panen kedua untung, panen ketiga pindah. Terus begitu, sehingga perlu segera dibenahi," ungkap Bupati Kebumen Arif Sugiyanto yang juga menjadi narasumber dalam program Bincang Bahari.

Kebumen sangat cocok menjadi lokasi tambak udang berbasis kawasan sebab didukung oleh berbagai faktor. Mulai dari ketersediaan lahan, sumber daya manusia, hingga kondisi air pantai yang cukup bersih dan sehat.

Pihaknya menyambut antusias pembangunan tambak udang berbasis kawasan untuk peningkatan pendapatan daerah dan penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar. Mengenai lahan tempat pembangunan tambak berbasis kawasan dipastikannya sudah clear and clean, baik dari sisi administrasi, hukum, maupun sosial masyarakat.

"Ide dari Pak Menteri luar biasa. Insya Allah kalau konsisten dilaksanakan, Insya Allah target dua juta ton (2024) bisa tercapai untuk kesejahteraan," pungkasnya.

Pembangunan tambak udang berbasis kawasan di Kebumen juga disambut baik oleh Ketua Shrimp Club Indonesia (SCI) Jateng Ilham Priyanto. Menurutnya, ekosistem tambak tetap sehat harus menjadi perhatian KKP dalam mengembangkan kawasan tambak berbasis kawasan agar kegiatan budidaya berjalan berkesinambungan.


(zlf/zlf)