RI-UEA Mau Geber Kerja Sama Industri Kesehatan hingga Pangan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 03 Sep 2021 14:02 WIB
Mendag M Lutfi
Arsjad Rasjid/Foto: Agus/KADIN
Jakarta -

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Federation of UAE Chambers of Commerce & Industry (UEA) meneken nota kerja sama di bidang perdagangan, investasi, dan jasa. Penandatangan tersebut dilakukan pada forum bisnis yang digelar usai Peluncuran Perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Emirat Arab (Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement/ IUAE-CEPA), kemarin (2/9).

Acara yang disiarkan secara virtual itu dihadiri oleh Menteri Perdagangan Indonesia Muhammad Lutfi, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid, Menteri Perdagangan Luar Negeri UEA Thani bin Ahmed Al Zeyoudi, dan Ketua Kadin UEA Abdulla M Ali Ghanem Almazrui.

Lutfi mengatakan pihaknya mendukung kerja sama dan kolaborasi yang dilakukan oleh Kadin Indonesia dengan Kadin UEA untuk meningkatkan perdagangan kedua negara, terlebih saat ini tengah dimulai proses Perundingan IUAE-CEPA. Dia mengatakan, perwakilan dagang di luar negeri siap membantu para pelaku usaha untuk meningkatkan kinerja ekspor nasional.

"Kadin dan para pelaku usaha Indonesia hendaknya dapat memanfaatkan peluang yang semakin terbuka lebar. Sinergi pemerintah dan pelaku usaha tentunya dapat memberikan hasil yang optimal bagi kinerja perdagangan kedua negara," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (3/9/2021).

Pada kesempatan yang sama, Arsjad mengatakan penandatanganan MoU ini merupakan upaya kedua pihak untuk memajukan dan meningkatkan kerja sama di bidang bisnis, perdagangan, dan ekonomi. Terlebih, kedua pihak melihat berbagai potensi yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

Lebih lanjut, Arsjad menambahkan, ada beberapa kerja sama strategis yang bisa menjadi prioritas mengacu pada situasi dan kondisi saat ini. Antara lain mengenai isu kesehatan, di mana Indonesia sedang mendorong pengembangan industri kesehatan, industri untuk ketahanan pangan hingga pengembangan industri energi seperti solar energy.

"Kadin juga berharap kedua belah pihak bisa meningkatkan kerja sama pengembangan kapasitas UMKM melalui link and match. Tidak hanya kerjasama diantara para pelaku usahanya, tetapi juga dukungan dari pemerintah kedua negara," papar Arsjad.

Arsjad juga meyakini, kerja sama ini dapat memperkuat hubungan kerja sama kedua negara sekaligus mendorong pemulihan perekonomian akibat pandemi COVID-19. Selain itu, baik Kadin Indonesia maupun Federasi Kadin UEA, akan saling membantu dan berpartisipasi dalam pameran dagang, konferensi atau seminar yang terkait dengan perdagangan, investasi dan ekonomi yang diadakan di negara masing-masing.

"Poin lain yang kita sepakati, kedua Kadin harus saling mendukung dan mendorong pertukaran delegasi yang membawa misi perdagangan dan misi industri serta kunjungan pengusaha dari kedua negara baik secara individu maupun kelompok. Jadi saat kita atau mereka melakukan kunjungan, sudah ada jaminan dan kemudahan," tambah Arsjad.

Sementara itu, Abdullah M Ali Mazrui, mengatakan kerja sama antara UEA dan Indonesia akan saling memperkuat perekonomian kedua negara.

"Indonesia merupakan mitra dagang yang penting bagi UEA. Kami harapkan, nota kesepahaman yang ditekan antara Kadin Indonesia dan Federasi Kadin UEA akan menciptakan peluang baru bagi pengusaha kedua negara. Pengusaha dari UEA sangat tertarik berinvestasi di Indonesia sebagai bagian untuk mempercepat pemulihan ekonomi di masa pandemi," ujarnya.

(acd/ara)