Mentan Dorong Merauke Hasilkan Beras Premium untuk Target Ekspor

Erika Dyah - detikFinance
Jumat, 03 Sep 2021 14:29 WIB
Kementan
Foto: Dok. Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berupaya meningkatkan kualitas rice milling unit (RMU) atau penggilingan padi, hingga menghasilkan beras kualitas premium. Hal ini ia lakukan untuk membuat beras Merauke bisa naik kelas ekspor.

Guna menunjang hal tersebut, Syahrul mengimbau agar akselerasi sektor pertanian dari hulu hingga hilir di Kabupaten Merauke segera diwujudkan guna memasarkan produksi hasil pertanian yang berdaya saing ekspor. Menurutnya, proses akselerasi ini meliputi pengembangan budi daya benih dilanjutkan panen, pasca panen, pengolahan hasil, packaging hingga penentuan marketplace.

"Kami datang ke sini ingin melihat bagaimana setelah budi daya tanam padi dan lainnya maka selanjutnya petik olahnya seperti apa. Nah kita bisa lihat di sini TNI juga ikut memberikan support-nya. Saya dan Bapak Bupati tentu menopang ini dan tentu kita berharap ini marketnya bisa meningkat," ungkap Syahrul dalam keterangan tertulis, Jumat (3/9/2021).

Usai meninjau RMU di SP3 Tanah Miring Kabupaten Merauke, Papua, Syahrul meminta keseluruhan proses hulu-hilir dikorporasikan dengan baik untuk menghasilkan akselerasi yang makin tinggi. Ia pun meminta perbankan membantu petani pada aspek permodalan dengan menggulirkan dana kredit usaha rakyat (KUR) kepada para petani.

"RMU-nya luar biasa Bapak Bupati dan itu lah gunanya saya datang ke sini bersama full tim dan kita lihat apa yang bisa kita lakukan di sini. Semua pikiran kita untuk rakyat, untuk negeri, untuk bangsa. Oleh karena itu di bawah pimpinan Bapak Bupati semua harus bergerak," katanya.

Dalam kunjungan ini, Syahrul pun menyampaikan harapannya agar kualitas beras yang dihasilkan dapat terus ditingkatkan. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan pangan nasional, bahkan menembus pasar ekspor. Menurutnya, peningkatan kualitas padi yang dihasilkan petani tentunya dilakukan dengan penggunaan benih unggul yang sesuai.

"Saya sependapat dengan Bapak Bupati, ini harus naik kelas, jadi kita naikkan lah. RMU ini memang sudah bagus banget ini tapi saya merasa harus naik kelas lagi. Di sini masih jual beras 8 ribu per kg karena ini masih beras medium dan saya mau kita sampai premium sehingga sampai diekspor pun boleh ke Papua Nugini," jelasnya.

Sementara itu, Petani Milenial sekaligus pemilik RMU, A.Manullang mengatakan pihaknya telah mengembangkan inovasi dryer di Kabupaten Merauke yang selama ini menjadi kendala petani usai melakukan panen raya. Ia menyebutkan, sebelumnya hasil panen petani dikeringkan secara manual dan sangat ditentukan cuaca. Sehingga hal tersebut turut mempengaruhi kualitas panen.

"Inovasi dryer ini diapresiasi masyarakat karena sangat membantu mereka. Dulu petani panen dengan combine dan hasil panen dibawa kerumah untuk dijemur. Namun saat ada hujan, gabah terkena air maka petani keringkan lagi tapi saat digiling, berasnya hancur," tutur Manullang.

Pada kesempatan ini, ia menyampaikan harapan petani Merauke supaya dryer bisa disediakan secara merata di setiap distrik, kampung, bahkan RT maupun RW. Hal ini diharapkan guna menyelesaikan kendala petani pada pasca panen dan menjamin peningkatan kualitas beras.

"Saat ini RMU ini berkapasitas 15 sampai 25 ton per hari, namun saat ini kita bersama salah satu petani binaan kita sudah membuat pengering-pengering di setiap kecamatan seperti Semangga, Tanah Miring, Kurik sudah kita buat. Ke depan kita bersinergi dalam mengembangkan sektor pertanian," pungkasnya.

(akn/hns)