Geram! Sri Mulyani Singgung Kasus Korupsi di Probolinggo

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 04 Sep 2021 12:35 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani didampingi anggota dewan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan kerangka kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM PPKF) tahun 2022, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (20/05/2021).
Foto: Rengga Sancaya: Menkeu Sri Mulyani Indrawati
Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyinggung soal korupsi di Kabupaten Probolinggo. Hal itu dia sampaikan lewat akun Instagram resminya @smindrawati.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan 22 orang sebagai tersangka suap terkait jual beli jabatan kepala desa (kades) di Kabupaten Probolinggo. Tersangka termasuk Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari beserta suaminya, yang merupakan anggota DPR Hasan Aminuddin.

Berikut petikan pernyataan Menkeu Sri Mulyani Indrawati:

Korupsi Di Kabupaten Probolinggo.

Jumlah Transfer Keuangan dari APBN ke Kabupaten Probolinggo sejak 2012-2021 mencapai Rp 15,2 Triliun. Dari Rp 959 miliar (2012) menjadi Rp 1,857 Triliun (2021).

Total Dana Desa sejak 2015-2021 mencapai Rp 2,15 Triliun untuk 325 Desa. Masing-masing desa rata-rata mendapat Rp 291 juta (2015) naik 3,5 kali menjadi Rp 1,32 milyar (2021).

Anak usia di bawah 2 tahun yang mengalami kurang gizi (stunting) naik dari 21,99% (2015) menjadi 34,04% (2019). 3,5 anak dari 10 anak kurang gizi..!

Pengangguran terbuka naik dari 2,89% (2015) menjadi 4,86% (2021). Kemiskinan turun 20,98% (2015) menjadi 18,61% (2020). Hampir satu dari 5 penduduk masih miskin..!

IPM 64,12% (2015) naik menjadi 66,07% (2020)

Korupsi adalah MUSUH UTAMA dan MUSUH BERSAMA dalam mencapai tujuan mencapai kemakmuran yang berkeadilan.

Jakarta 4 September 2021.

(hns/hns)