Thaksin Mundur, Baht Menguat
Rabu, 05 Apr 2006 10:58 WIB
Bangkok - Mata uang Thailand, baht terus menguat dan mencapai posisi terbaiknya dalam satu tahun setelah Perdana Menteri (PM) Thailand Thaksin Shinawatra mengumumkan rencana pengunduran dirinya.Pialang menyatakan, meski gejolak politik belum sepenuhnya berakhir, namun setidaknya pengunduran diri Thaksin memberi dampak yang positif di pasar lokal secara jangka pendek.Tercatat baht menguat ke posisi 38,35 dolar, yang merupakan posisi tertinggi sejak Maret 2005 pada awal perdagangan Rabu (5/4/2006)."Pengumuman Thaksin soal pengunduran dirinya tadi malam menjadi berita yang baik untuk baht," ujar seorang pialang di Bangkok seperti dilansir Reuters."Namun kita harus tetap menunggu dan melihat apa yang akan terjadi selanjutnya karena dia masih memegang posisinya sebagai Perdana Menteri," ujar pialang tersebut.Thaksin akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya setelah terus menerus mendapat kecaman usai penjualan saham milik keluarganya, yakni Shin Corp kepada BUMN Singapura, Temasek akhir Januari 2006 lalu. Penjualan saham senilai 73,3 miliar itu menimbulkan kemarahan rakyat Thailand karena tidak kena pajak. Demo besar-besaran pun digelar rakyat Thailand.Thaksin mengaku mengambil keputusan itu demi menjaga persatuan Thailand. Pengumuman pengunduran diri ini disiarkan di televisi pada Selasa 4 Maret malam hari. Keputusan itu diambil Thaksin setelah dirinya bertemu dengan Yang Mulia Raja Bhumibol Adulyadej.
(qom/)











































