Minta Tambahan Pinjaman, Pemerintah Terus Lobi ADB

Minta Tambahan Pinjaman, Pemerintah Terus Lobi ADB

- detikFinance
Rabu, 05 Apr 2006 11:49 WIB
Jakarta - Pemerintah berharap Asian Development Bank (ADB) bisa memberikan tambahan pinjaman dari semula US$ 500 juta menjadi US$ 800 juta.Tambahan pinjaman ini untuk menutup angka defisit tahun ini yang diperkirakan naik mencapai 1 persen dari perkiraan semula 0,3 persen. Naiknya defisit ini karena ada tambahan luncuran program dari tahun 2005 sebesar Rp 12 triliun.Selain dari ADB, pemerintah juga akan mencari tambahan dana dari Bank Dunia dan Jepang. Pinjaman yang akan ditujukan untuk program pembangunan tersebut diharapkan bisa menggenjot pertumbuhan sebesar 5-6 persen."Ya tentunya kita lihat nanti dari Bank Dunia dan ADB. Dengan ADB sekarang juga sedang dibahas kemungkinan pinjaman lebih besar dari US$ 500 juta. Kalau misalnya bisa US$ 800 juta kan lumayan ada tambahan US$ 300 juta," kata Dirjen Perbendaharaan Departemen Keuangan (Depkeu) Mulia P Nasution, di Gedung Depkeu, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (5/4/2006). Selain ADB, menurut Mulia, pemerintah berharap tambahan pinjaman dari Jepang hingga menjadi US$ 200 juta. Saat ini pemerintah telah menerima pinjaman dari Jepang sebesar ekuivalen US$ 100 juta."Dari Jepang sudah kita terima baru US$ 100 juta ekuivalen. Kalau mereka bisa berikan tambahan kan lumayan, karena kita memerlukan dana terutama untuk defisit, kalau defisitnya meningkat lebih dari 0,7 persen," katanya.Menurut Mulia, untuk pinjaman tambahan dari ADB yang sebesar US$ 300 juta saat ini masih dilakukan pembahasan bersama untuk menyatukan kebijakannya."Namanya program loan, kan harus duduk sama-sama dan melihat dulu policy matrix-nya," ujar Mulia. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads