Di BCA Ada Nasabah Pakai Produk 'Dinosaurus', Apa ya Maksudnya?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 05 Sep 2021 11:34 WIB
Verdi Budidarmo Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk, Jahja Setiaatmadja Presiden Direktur BCA dan Agus Chandra Plt. Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika tengah memperhatikan karyawan yang menerima vaksin gotong royong COVID 19 di Menara BCA, Jakarta, Senin (24/5/2021).
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Layanan bank khususnya layanan digital terus berkembang saat ini. Tujuan dari pengembangan layanan ini ialah untuk memudahkan dan memanjakan para nasabah.

Meski layanan terus berkembang, masih ada nasabah-nasabah yang memakai produk dinosaurus. Apa itu?

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menjelaskan, meski sudah banyak layanan yang canggih dan update, pihaknya tak buru-buru untuk menghapus layanan-layanan yang cenderung kuno seperti SMS dan phone banking. Sebab, kata dia, masih banyak nasabah yang kurang fasih menggunakan layanan digital terbaru.

Jahja menyebut, produk atau layanan tersebut sebagai produk dinosaurus. Jahja mengasosiasikan produk kuno dengan dinosaurus yang hidup di zaman purba.

"Masih ada nasabah ratusan ribu saya juga nggak ngerti, masih gunakan SMS Banking. Itu sudah jenis dinosaurus, phone banking itu semi dinosaurus. Masih banyak yang pakai itu, makanya kami pun tetap pertahankan," kata Jahja dalam webinar Hari Pelanggan Nasional, Jumat lalu (3/9/2021).

Jahja mengaku pihaknya sudah melakukan edukasi besar-besaran agar menggunakan layanan perbankan digital terbaru BCA, namun tetap saja mereka tidak mau. Menurut mereka, kata Jahja, sudah terbiasa dengan layanan tersebut.

"Mereka alasannya, 'Saya sudah biasanya pakai ini pak', kami ya ya sudah. Tapi ya sedikit-sedikit kami selalu arahkan ke feature baru dengan digitalisasi ini," kata Jahja.

Biasanya, nasabah seperti itu adalah nasabah-nasabah dengan umur yang sudah tua. Meski lebih banyak nasabah BCA berada di umur 20-an alias anak muda, Jahja mengatakan fitur yang bersahabat untuk segala usia harus tetap dipertahankan.

"Kita nggak bisa menyediakan produk yang friendly kepada milenialnya saja. Harus juga ke senior milenial dan colonial, banyak mereka nggak mau ikuti perkembangan," kata Jahja.

Menurut datanya, nasabah dengan umur 55 tahun ke atas di BCA mencapai 9%, kemudian di umur 40-55 tahun ada 25% dan di umur 30-40 tahun ada 27%.

Kemudian golongan anak muda, di umur 21-30 tahun menempati jumlah terbanyak atau mencapai 32%. Terakhir, di umur 21 tahun ke bawah ada 8%.

Bila dirinci profil pekerjaannya, Bank BCA paling banyak digunakan oleh karyawan sebanyak 54,6%, kemudian pedagang sebesar 19,5%, dan mahasiswa sebesar 9%. Ada juga ibu rumah tangga sebesar 8,6%, PNS sebanyak 2,6%, profesional 1,2%, dan pensiunan 0,7%. Sisanya, 3,8% masuk dalam kategori profesi lainnya.

(acd/zlf)