Garuda Tebar Promo Tes PCR dan Antigen Rp 1, Begini Cara Dapatnya

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 05 Sep 2021 16:30 WIB
Menanti Harga Tes PCR Covid-19 Semakin Murah
Foto: detik
Jakarta -

Garuda Indonesia kerja sama dengan Siloam Hospitals meluncurkan promo khusus bertajuk 'Terbang Sehat dengan Tes PCR dan Antigen Rp 1'. Itu diberikan khusus bagi penumpang terpilih.

Kesempatan meraih promo tes PCR dan Antigen seharga Rp 1 diperuntukan bagi penumpang yang telah memiliki tiket penerbangan dari beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Denpasar, Surabaya, Jogja, Medan, dan Labuan Bajo. Periode penerbangan dari tanggal 6-12 September 2021.

Para penumpang yang terpilih dan memenuhi syarat mendapatkan promo tes PCR dan Antigen Rp 1 akan mendapat e-voucher yang dikirimkan melalui email terdaftar pada data reservasi mulai dari tanggal 4-9 September 2021. Selanjutnya penumpang dapat mendaftarkan diri untuk melakukan tes PCR atau Antigen melalui website Rumah Sakit Siloam.

"E-voucher tersebut berlaku hingga 31 Oktober 2021 mendatang dan dapat ditukarkan di seluruh cabang rumah sakit Siloam di Indonesia," kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra dalam keterangan tertulis dikutip detikcom, Minggu (5/9/2021).

Promo khusus ini bersifat eksklusif bagi penumpang terpilih mengacu pada syarat dan ketentuan yang berlaku, di mana penumpang yang telah memenuhi kriteria akan mendapatkan konfirmasi email terkait dengan privilege yang didapatkan baik berupa test PCR atau Antigen untuk pemenuhan dokumen perjalanan bersama Garuda Indonesia.

"Kerja sama ini tentunya sejalan dengan komitmen kami untuk senantiasa menghadirkan pengalaman penerbangan yang aman dan nyaman melalui berbagai kemudahan aksesibilitas layanan penerbangan di era kenormalan baru," papar Irfan.

Deputy President Director Siloam Hospitals Group, Caroline Riady mengatakan adanya promo tes PCR dan antigen Rp 1 diharapkan masyarakat dapat menggunakan kesempatan ini untuk keamanan dan kenyamanan penerbangan bersama.

"Di masa pandemi ini, mobilitas dan interaksi masih harus kita kurangi sesuai dengan Protokol Kesehatan, namun kebutuhan untuk bepergian misalnya karena urusan dinas, kebutuhan keluarga mendesak, dan lain-lain tentunya masih tetap ada," tandasnya.

(aid/dna)