Bisnis Budidaya Ikan Makin Mudah Akses Pakan hingga Modal, Begini Caranya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 05 Sep 2021 21:59 WIB
Harun petugas PPSU bersama warga memanfaatkan lahan di kolong Tol Becakayu, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, untuk lahan ternak ikan lele dengan metode kolam bioflok, Senin (1/2/2021).
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pebudidaya ikan kini semakin mudah menjalankan usaha. Sebab, saat ini ada aplikasi eFisheryKu yang membantu para pebudidaya untuk membeli pakan, akses penjualan ikan, mengetahui harga pasar, dan pengajuan pendanaan.

CEO dan juga Co-Founder eFishery, Gibran Huzaifah mengatakan aplikasi eFisheryKu untuk mendampingi pebudidaya ikan dari awal hingga akhir proses budidaya. Ia menyadari, banyak kendala dihadapi pebudidaya di lapangan.

Misalnya, soal sulitnya akses terhadap sarana produksi perikanan (saprodi) penunjang budidaya, akses terhadap pembiayaan dan manajemen keuangan, serta menentukan harga jual dan menyalurkan ikan hasil panen.

Dia menuturkan, pemanfaatan aplikasi ini mudah yakni cukup mengunduh aplikasi di Google Play Store, kemudian mendaftar dengan mengisi identitas diri. Dari sisi keamanan, eFisheryKu menjamin transaksi yang dilakukan oleh para pebudidaya tetap aman.

Ia pun mencontohkan program Kabayan pada eFisheryKu. Kabayan atau Kasih, Bayar Nanti merupakan program dari eFishery dimana pebudidaya ikan dapat membeli pakan dengan metode pembayaran pay later. Dibayar sesuai dengan kesepakatan bersama para pebudidaya dengan tenor 1-6 bulan. Hal ini tentu memberikan keringanan dari sisi pengeluaran sebelum panen.

"Beli Pakan, Bayar Nanti, itu filosofi dari program Kabayan. Beli pakan dari rumah atau kolam, bayar nanti ketika panen. Pebudidaya ikan dapat bertransaksi di mana saja tanpa perlu repot bolak-balik ke agen untuk melakukan pemesanan. Cukup lewat aplikasi eFisheryKu," jelas Gibran melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (1/9/2021) lalu.

Selanjutnya terkait permodalan bagi pebudidaya, eFisheryKu memberikan akses ke lembaga keuangan baik perbankan maupun fintech.

"Saat ini sudah ada lebih dari 13.000 pebudidaya yang bergabung bersama eFishery. Lebih dari sepertiganya telah dijembatani ke sejumlah lembaga keuangan untuk mendapatkan akses permodalan dengan total pembiayaan yang telah disetujui hampir Rp 200 miliar," katanya.

Dalam waktu dekat, eFisheryKu juga merilis fitur baru yakni Jual Ikan. Di sini pebudidaya ikan dapat menjual ikan hasil budidaya mereka melalui sistem lelang. Selain itu ada pula sistem feedback yang memudahkan pebudidaya ikan untuk bisa meningkatkan kualitas budidayanya agar semakin mengikuti kebutuhan pasar.

"Kemudian ada menu Cerita Fishery. Ini lebih kepada informasi seputar budidaya terkini untuk meningkatkan wawasan pembudidaya dalam berbudidaya. Kami juga menyediakan fitur Pencatatan Budidaya untuk mencatat setiap transaksi pengeluaran para pembudidaya ikan, sehingga lebih rapi, rinci, dan terkontrol," beber Gibran.

(acd/dna)