BUMN Akan Didorong Pakai Energi Alternatif
Rabu, 05 Apr 2006 14:11 WIB
Jakarta -
Pemerintah terus menggalakkan penggunaan bahan bakar alternatif. Salah satu dengan mendorong BUMN untuk menggunakan energi alternatif."Menneg BUMN juga sudah mendorong semua BUMN harus memanfaatkan biodiesel dan bioetanol," ujar Menristek Kusmayanto Kadiman usai rakor mengenai energi alternatif di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (5/4/2006).Namun pemerintah tidak berani memasang target apakah BUMN diwajibkan menggunakan energi alternatif pada tahun ini. "Kita nggak berani kalau soal target. Sekarang yang kita pikirkan kita dorong dulu, itu semangatnya," ujarnya.Menurut Kusmayanto, penggunaan energi alternatif tidak memerlukan teknologi yang njelimet, sehingga BUMN akan mudah menerapkannya.Selain itu, Departemen Pertanian juga sudah menyatakan bahwa sebanyak 14 provinsi akan didorong untuk menanam tanaman penghasil energi alternatif.Tantangan untuk pemerintah saat ini adalah menciptakan pasar energi alternatif apakah itu bioetanol maupun biodiesel. Insentif pun sudah disiapkan pemerintah, diantaranya dengan pemberian subsidi."Sekarang harga solar Rp 4.300 per liter, premium Rp 4.500, orang menanam jarak itu sudah untung. Dengan harga Rp 3.500 saja semua pihak sudah untung," kata mantan Rektor ITB ini yakin.Investor asing pun sudah berminat untuk berinvestasi di energi alternatif. Namun yang menjadi kendala bagi pemerintah adalah ketidakstabilan situasi politik sehingga investasi sulit masuk."Banyak yang mau, tapi guarantee tidak? Sekarang kita lihat demo di mana-mana. Itu kan bikin orang ngeri. Ketidakstabilan politik membikin investor ngeri," ujarnya.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































