Singgung Kerumunan Kafe di Jakarta, Luhut: Kasus Turun Bukan Euforia

Siti Fatimah - detikFinance
Senin, 06 Sep 2021 18:55 WIB
Kemacetan terlihat di Jalan MT Haryono, Jakarta. Meski PPKM di Ibu Kota kembali diperpanjang, kemacetan kembali terlihat di jalan-jalan Jakarta. Ini potretnya.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak lupa pada protokol kesehatan meskipun kasus COVID-19 mulai turun. Menurutnya, penurunan kasus COVID-19 bukan sesuatu yang perlu dirayakan.

"Apa yang dicapai kita bersama hari ini tentunya bukanlah euforia yang harus dirayakan," kata Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin (6/9/2021).

Luhut menegaskan kelengahan yang dilakukan bisa membuat kasus COVID-19 kembali naik. Ia lantas menyinggung sejumlah kafe/restoran yang tak patuh pada protokol kesehatan hingga harus ditutup.

"Kelengahan sekecil apapun yang kita lakukan ujung-ujungnya akan terjadi peningkatan kasus beberapa minggu ke depan. Ini harus kita hindari. Seperti yang terjadi pada restoran/kafe di wilayah Jakarta yang tidak patuh protokol kesehatan hingga akhirnya harus ditutup," tegasnya.

Ia juga mengatakan saat ini masih banyak restoran maupun kafe yang belum menerapkan aplikasi PeduliLindungi. Padahal, menurutnya aplikasi ini penting diterapkan.

"Kita juga melihat banyak restoran kafe yang belum pake aplikasi peduli lindungi. Padahal ini semua untuk keamanan bersama," jelasnya.

Diketahui, Kafe Holywings di Kemang, Jakarta Selatan kedapatan beroperasi hingga tengah malam dan menimbulkan kerumunan. Atas kejadian itu Holywings Kemang dijatuhi sanksi penutupan selama 3 hari.

Kerumunan dini hari di Holywings Kemang itu diketahui saat polisi melakukan patroli gabungan. Operasi gabungan yang dipimpin Karoops Polda Metro Jaya dilakukan pada Minggu (5/9), pukul 01.00 WIB dini hari.

(fdl/fdl)