Jokowi Pastikan Persyaratan KUR Pertanian Makin Mudah

Erika Dyah - detikFinance
Senin, 06 Sep 2021 22:17 WIB
Presiden Jokowi saat memimpin rapat evaluasi PPKM, Senin (6/9)
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan pemerintah akan mempermudah persyaratan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah pascapanen, seperti dalam pengadaan rice mill unit (RMU).

"Persyaratan KUR harus dipermudah agar bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai tambah pasca panen sehingga program ini semakin dirasakan manfaatnya oleh petani," ujar Jokowi dalam keterangan tertulis, Senin (6/9/2021).

Jokowi mengaku memiliki perhatian khusus terhadap penyaluran KUR pertanian yang mencapai Rp 70 triliun. Oleh karena itu, ia meminta semua kepala daerah memperkuat pendampingannya terhadap petani. Terutama tentang cara memanfaatkan teknologi, supaya usaha mereka semakin berkembang.

"Termasuk juga platform digital untuk meningkatkan produktivitas petani dan memotong panjangnya mata rantai pemasaran UMKM pangan," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa program KUR merupakan bentuk perhatian negara terhadap nasib petani agar lebih sejahtera. Apalagi perkreditan KUR dinilainya memiliki suku bunga rendah, yakni hanya 6%.

"Negara mendorong agar kesejahteraan petani terus meningkat. Salah satunya melalui layanan program KUR pertanian yang memiliki suku bunga rendah," jelas Syahrul.

Menurutnya, program KUR sejauh ini telah dirancang untuk membuka akses skala ekonomi yang lebih terbuka dan mandiri. Artinya, tingkat usaha petani nantinya tidak akan tergantung kepada negara, namun petani akan memiliki cara untuk meningkatkan nilai sejahtera.

"Bahkan saat ini kita sedang mendorong klaster KUR komoditas porang dan sarang burung walet sebagai komoditas unggulan baru yang dipersiapkan untuk ekspor," katanya.

Selain itu, Syahrul mengungkap pihaknya juga mendorong para kepala daerah di seluruh Indonesia agar fokus terhadap pengembangan potensi pertanian lokal yang bisa diekspor secara serentak.

Ia menilai perlunya hal ini mengingat kegiatan merdeka ekspor yang digelar pada 14 Agustus lalu sukses menghadirkan devisa negara sebesar Rp 7,2 triliun.

"Merdeka ekspor itu dibuat untuk menghadirkan konsolidasi emosional semua daerah agar bisa melakukan ekspor sekaligus memberikan rangsangan agar menggali potensi yang ada," pungkasnya.

(mul/hns)