Masih Dibayangi Kasus COVID-19, Penyaluran Kredit Diramal Cuma Tumbuh 4,5%

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 08 Sep 2021 16:40 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Kondisi perekonomian disebut masih dibayangi ketidakpastian akibat pandemi COVID-19. Laju pertumbuhan kredit nasional hingga akhir tahun diprediksi 4,5%.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebutkan target ini masih bersifat konservatif.

"Ini adalah target yang cukup konservatif karena beberapa waktu lalu juga kasus COVID-19 masih mengalami peningkatan terutama adanya varian delta yang lebih menular," kata dia dalam konferensi pers, Rabu (8/9/2021).

Dia menjelaskan program vaksinasi ini diharapkan bisa menekan penyebaran virus varian baru. "Kalau nanti ini betul-betul vaksin bisa cepat dan tidak ada varian baru, optimis kita kredit tumbuh," ucapnya.

OJK mencatat penyaluran kredit perbankan tumbuh 0,59% year on year (yoy) menjadi Rp 5.582 triliun pada Juli 2021 atau naik 0,5% menjadi Rp 5.563,7 triliun dari Juni 2020.

Pada Juli 2021, kredit bank dari kelompok BUMN tumbuh 5,22 persen yoy menjadi Rp 2.535,0 triliun.

Dia menyebut hal ini karena mobilitas yang terkendala karena PPKM kemarin menimbulkan breakdown pertumbuhan kredit.

"Kalau dilihat, kelompok bank yang memberikan kredit adalah BUMN dan BPD. Sedangkan kelompok bank asing menurun, ini akan terus kami monitor," ujar dia.