Anggaran Kemenhan Rp 133 T Disorot DPR, Ini Catatannya

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 09 Sep 2021 19:29 WIB
KRI Kujang-642 menembakan rudal C-705 ke target sasaran di perairan Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (8/4/2021). TNI Angkatan Laut (AL) melaksanakan latihan operasi laut gabungan untuk menguji kesiapsiagaan peralatan tempur atau Alutsista di lapangan. ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/Lmo/aww.
Foto: ANTARA FOTO/Teguh prihatna

Sebagai contoh Singapura dengan luas wilayah yang lebih kecil dari DKI Jakarta mampu membuat pengaruh kuat di ASEAN, Asia, bahkan dunia bukan karena kekuatan militernya yang masif namun karena hubungan diplomasi dan kekuatan ekonominya.

Indonesia tidak pada posisinya untuk meniru atau ingin menjadi negara super power dalam militer seperti Amerika Serikat yang mempunyai budget pertahanan yang bahkan lebih besar dari penggabungan 10 negara besar dibawahnya seperti China, Rusia, India, Inggris, Jerman, Perancis dan negara-negara kuat lainnya.

"Mari kita lihat contoh seperti Brunei Darussalam yang kaya akan minyak dan gas buminya, Maldives dengan kekayaan atas keindahan alamnya, Singapura yang kaya karena produk jasanya, dan negara kecil lainnya yang sumber daya alamnya banyak, tanpa belanja militer besar-besaran, mereka bisa merangkul negara sahabat dan tidak juga mendapat ancaman dari negara lain karena peran pendekatan diplomasi kepada negara-negara sahabat, kawasan, dan superpower yang jauh lebih efektif daripada saling berlomba-lomba dalam memamerkan jumlah alutsistanya. Karena niscaya, meskipun dengan seberapa besar Indonesia mengalokasikan APBN-nya untuk belanja alutsista tidak akan bisa menyamai kekuatan militer negara-negara Adikuasa," imbuhnya.


(dna/dna)