ADB: Suku Bunga Tinggi Perlambat Pertumbuhan Ekonomi RI

ADB: Suku Bunga Tinggi Perlambat Pertumbuhan Ekonomi RI

- detikFinance
Kamis, 06 Apr 2006 11:06 WIB
Jakarta - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat di tahun 2006. Perlambatan itu dipicu oleh berkurangnya permintaan domestik akibat tingginya suku bunga.Demikian laporan Asian Development Outlook (ADO) 2006 yang dikeluarkan oleh ADB, Kamis (6/4/2006).ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2006 akan mencapai 5,4 persen, atau lebih rendah dari tahun 2005 sebesar 5,6 persen. Namun ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan pulih menjadi 6 persen pada tahun 2007.Prediksi ini berarti berbeda dengan Bank Indonesia yang meyakini perekonomian Indonesia akan tumbuh sedikit lebih tinggi, sehingga mendekati batas atas kisaran proyeksi 5-5,7 persen.Dalam hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI disebutkan, otoritas moneter optimistis perekonomian Indonesia semakin kuat, yang terutama didorong oleh kondisi ekonomi global yang lebih kondusif, kinerja neraca pembayaran yang lebih baik, kemampuan stimulus fiskal yang lebih besar, dan intensifnya upaya pemerintah memperbaiki iklim investasi.Untuk kawasan Asia, ADB memperkirakan secara keseluruhan pertumbuhannya cukup kuat, yang didorong oleh membaiknya perekonomian dunia."Kuatnya pertumbuhan ekonomi dunia masih menjadi kunci bagi pertumbuhan ekonomi di Asia. Perekonomian Asia akan mendapat keuntungan dari berlanjutnya pertumbuhan sektor elektronik dunia dan pertumbuhan yang sangat cepat dari Cina," ujar Ifzal Ali, kepala ekonom ADB.ADB memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi kawasan Asia terutama dipengaruhi oleh tiga negara, yakni Cina, India dan Korea. Ketiga negara ini menyumbang 66 persen dari pendapatan kawasan Asia.Cina pada tahun 2005 mencatat pertumbuhan yang mengesankan sebesar 9,9 persen. Namun pada tahun 2006, pertumbuhan ekonomi Cina diprediksi melambat menjadi 9,5 persen dan akhirnya mencapai 8,8 persen pada tahun 2007.Sementara India pada tahun 2005 mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 8,1 persen, yang didukung oleh kuatnya performa industri dan jasa, serta membaiknya sektor pertanian. Namun pada tahun 2006, pertumbuhan ekonomi India diprediksi hanya 7,6 persen dan menjadi 7,8 persen pada tahun 2007. India sendiri punya target ambisius mencatat pertumbuhan 9 persen dalam jangka pendek. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads