Fahmi Idris: Boikot Produk Rugikan RI-Australia

Fahmi Idris: Boikot Produk Rugikan RI-Australia

- detikFinance
Kamis, 06 Apr 2006 14:52 WIB
Jakarta - Aksi boikot produk Australia yang dilakukan Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (Ginsi) dinilai tidak hanya merugikan Australia, tapi juga Indonesia."Sebab dengan boikot, keduanya rugi karena ada mata dagangan yang Indonesia sangat tergantung dari Australia, contohnya gandum," Menteri Perindustrian Fahmi Idris.Hal itu diungkapkan Fahmi usai membuka rapat kerja Departemen Perindustrian (Depperin), di Gedung Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakata, Kamis (6/4/2006). Selama ini, impor gandum Indonesia 50 persen berasal dari Australia. Indonesia juga melakukan impor sapi terbesar dari negeri Kanguru itu. Turis Australia yang datang ke Indonesia juga terbesar nomor dua. Sedangkan mahasiswa Indonesia di negara tetangga itu mencapai 20 ribu orang."Kalau terjadi boikot memboikot bagaimana rangkaiannya. Menurut saya, pisahkan ekonomi dan politik," ujar Fahmi.Memanasnya hubungan politik kedua negara ini, ungkap Fahmi, sepertinya hanya serius ditanggapi pemerintah."Rakyat tenang-tenang saja seperti tidak tahu menahu ini berbahaya, sebab yang dilakukan Australia menyangkut hal yang paling prinsipal masalah NKRI," katanya.Sebelumnya Ginsi mengumumkan pemboikotan produk Australia mulai 6 April ini. Imbauan itu terkait dengan pemberian visa sementara kepada 42 orang Papua. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads