AS Habis-habisan Kirim Uang ke Afghanistan Usai 9/11, Buat Apa?

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 11 Sep 2021 17:30 WIB
11 September 2001, tepat 20 tahun yang lalu, dua pesawat yang dibajak menabrak menara kembar World Trade Center (WTC).
Tragedi 9/11/Foto: AP Photo
Jakarta -

Setelah tragedi di Amerika Serikat (AS) pada 11 September 2001 atau tragedi 9/11 ternyata ada Afghanistan dilibatkan dalam ajang balas dendam AS. Kala itu Afghanistan yang dikuasai Taliban disetir oleh AS untuk menggulingkan Taliban yang dianggap melindungi kelompok Al Qaeda.

Al Qaeda merupakan sekelompok orang yang diduga membajak pesawat AS dan menyerang gedung World Trade Centre (WTC) di New York City dan Pentagon di Washington DC. Akibatnya 2.977 orang meninggal dalam insiden itu.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (11/9/2021), pada awalnya, ajang balas dendam AS kepada Al Qaeda dilakukan sendiri. Namun, muncul ide untuk melibatkan masyarakat Afghanistan yang kala itu dikuasai Taliban. AS membentuk pasukan militer dan juga membantu Afghanistan menggulingkan Taliban.

Afghanistan dipandang sebagai bagian penting dari strategi kontra-pemberontakan AS secara keseluruhan. Memanfaatkan Afghanistan tidak dengan tangan kosong, AS menyuntikkan uang ke ekonomi Afghanistan, hingga memberi pelatihan ke pekerja.

"Mempekerjakan warga negara lokal menyuntikkan uang ke dalam ekonomi lokal, memberikan pelatihan kerja, membangun dukungan di antara warga lokal, dan dapat memberi AS pemahaman yang lebih canggih tentang lanskap lokal," tulis penulis laporan kongres 2011 tentang kontrak militer.

Uang yang dihabiskan AS sebanyak US$ 290 juta per hari setara Rp 4,1 triliun (kurs Rp 14.254) selama 7.300 hari. Itu adalah jumlah uang yang dihabiskan AS untuk perang 20 tahun dan pembangunan di Afghanistan, menurut proyek Costs of War dari Brown University.

Dengan suntikan sebanyak itu tiap harinya, warga Afghanistan yang menjadi bagian dari strategi AS tiba-tiba jadi jutawan atau disebut '9/11 jutawan'. Mereka bekerja dengan AS, mulai sebagai penerjemah untuk tentara AS hingga jadi asisten tentara dalam misi peperangan selama beberapa tahun.

Namun, ternyata ada fakta lain dalam dana yang diberikan dari AS ke Afghanistan. Menurut analisis Pentagon, 40% dari US$ 108 miliar yang dibayarkan Departemen Pertahanan AS kepada kontraktor di Afghanistan antara 2010 dan 2012 berakhir di tangan Taliban.

Dananya dipakai buat apa? Cek halaman berikutnya.

Lihat juga Video: Kenang Tragedi 9/11, Biden: Berusaha Membahayakan AS, Kami Buru!

[Gambas:Video 20detik]