7 Lembaga Asing Akan Biayai Proyek Tangguh
Kamis, 06 Apr 2006 15:50 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia akan mendapatkan dana segar untuk menyelesaikan proyek pembangunan lapangan gas Tangguh, Papua senilai US$ 3,5 miliar.Dana segar tersebut berasal dari 7 lembaga keuangan asing antara lain Asian Development Bank (ADB), Japan Bank For International Cooperation (JBIC), ABN Amro. Dana tersebut akan dikucurkan sekitar Mei tahun ini."Sebagian dana tersebut berasal dari Eropa, Jepang dan Cina," kata sumber detikcom, salah seorang petinggi di badan yang menangani masalah migas, Kamis (6/4/2006).Sementara Deputi Finsial dan Ekonomi Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas), Edi Purwanto mengatakan, dirinya belum mengetahui persis apakah dana pinjaman tersebut akan turun pada Mei mendatang."Itu belum pasti, tapi soal rencana bantuan itu sudah lama," kata Edi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (6/4/2006).Lapangan gas Tangguh adalah salah satu lapangan gas terbesar di Indonesia yang diperkirakan akan menghasilkan 7,5 juta ton gas per tahun. Namun pemberian dana ini masih akan menunggu hasil kesepakatan harga antara pemerintah dengan pihak Fujian Cina yakni China National Offshore Oil Company (CNOOC).
(ir/)











































