RI Masih Impor, Begini Cara BUMN Genjot Swasembada Gula

Tim Detikcom - detikFinance
Minggu, 12 Sep 2021 12:19 WIB
Cegah Konflik Sawit, Malaysia Tambah Impor Gula dari India
Ilustrasi Foto: DW (News)
Jakarta -

Swasembada gula Indonesia masih sebatas mimpi. Pasalnya, hingga saat ini Indonesia masih mengimpor gula. Namun, upaya untuk menekan impor agar swasembada tercapai masih terus dilakukan.

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) berambisi untuk meningkatkan produktivitas tebu demi mencapai swasembada gula. Salah satu caranya adalah melalui anak usahanya, PTPN X, yang menjalin kerjasama dengan PT Petrokimia Gresik mengenai Program Makmur (sebelumnya bernama Agro Solution).

Tindak lanjut kerjasama ini adalah digelarnya tanam perdana tebu di Desa Sidonganti, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Rabu (8/9). Acara ini dihadiri oleh Direktur Produksi dan Pengembangan Holding Perkebunan Nusantara Mahmudi, Direktur PTPN X Tuhu Bangun, Komisaris PT Petrokimia Gresik Indira Chunda Thita serta Direktur Utama Petrokima Gresik Dwi Satriyo Annurogo.

Lahan tebu yang ditanam ini nantinya akan didukung pemenuhan pupuknya melalui Program Makmur. Pupuk yang disediakan adalah pupuk non subsidi jenis ZA dan NPK Phonska Plus.

Direktur Produksi dan Pengembangan Holding Perkebunan Nusantara Mahmudi mengatakan, program ini bertujuan untuk mendorong peningkatan produktivitas tebu melalui pendampingan intensif kepada petani dalam budidaya tanaman dengan memberikan pasokan sarana produksi dan pemasaran hasil pertanian melalui skema kemitraan. Program Makmur ini ditujukan guna memenuhi kebutuhan pupuk 6.504 Ha lahan tebu rakyat di bawah binaan pabrik gula PTPN X, yang berada di Mojokerto, Jombang, Gresik, dan Lamongan.

"Seiring dengan target Holding untuk mewujudkan swasembada gula konsumsi di tahun 2021 di mana angka produksi mencapai 2 juta ton, Program Makmur menjadi salah satu solusinya selain dalam meningkatkan kesejahteraan petani" terang Mahmudi dalam keterangan resminya, Minggu (12/9/2021).

Sampai September 2021, angka realisasi pemupukan yang didukung oleh Program Makmur di PTPN X telah mencapai 2.662 Ha atau sekitar 41% dari target, dengan rincian 1.561 Ha di wilayah Mojokerto, 833 Ha di wilayah Jombang, 118 Ha di wilayah Gresik, dan 150 Ha di wilayah Lamongan. Ke depannya, pemupukan akan terus dilakukan secara kontinyu sehingga dapat terealisasi 100%.

Mahmudi menambahkan, ada beberapa upaya yang akan dilakukan secara komperehensif dalam mewujudukan swasembada gula, mulai dari perbaikan varietas, perbaikan masa tanam, hingga pemenuhan dan ketepatan pupuk melalui Program Makmur. "Nantinya, Holding Perkebunan Nusantara bersama Petrokimia Gresik akan rolled out tidak hanya di PTPN X, namun meliputi 14.000 petani dari tujuh PTPN gula yang akan kita dukung pemupukannya," tambah Mahmudi.



Simak Video "Gaduh Stok Gula Rafinasi Langka di Jawa Timur"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)