Sampai Mana Proses Pembentukan Holding BUMN Pangan?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 12 Sep 2021 12:04 WIB
Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. ANATAR FOTO/Aprillio Akbar/nz
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Kementerian BUMN tengah mempercepat proses holding BUMN Pangan. Sudah sampai mana prosesnya?

Dalam keterangan resmi PT RNI, Minggu (12/9/2021), proses saat ini memasuki tahap penggabungan beberapa BUMN Pangan di antaranya proses penggabungan PT Perikanan Indonesia dengan PT Perikanan Nusantara, proses penggabungan PT Sang Hyang Seri dengan PT Pertani, proses penggabungan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia dengan PT BGR Logistics.

Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia atau RNI (Persero), Arief Prasetyo Adi mengatakan sebagai koordinator BUMN Klaster pangan, saat ini RNI tengah melakukan persiapan penggabungan secara menyeluruh mulai dari aspek regulasi penggabungan, aspek SDM dan Organisasi dengan mensosialisasikan penggabungan kepada karyawan, aspek keuangan penggabungan perusahaan, aspek operasional dan pengembangan IT, hingga aspek aset korporasi.

"Seperti pada aspek IT, saat ini kami sudah memulai mengintegrasikan IT dan supply chain, melalui basis teknologi Internet of Things (IoT) dengan interface yang sederhana supaya semua anggota holding BUMN bisa terkoneksi secara paralel.

"Sehingga kami memberikan solusi supply chain End to End untuk petani/Peternak/Nelayan sepanjang rantai nilai pangan. Mekanisme dan otomasi untuk efisiensi pemrosesan On-Farm dan Off-Farm juga kami siapkan," ujar Arief.

Dikatakan Arief, RNI juga tengah melakukan pengembangan hilirisasi produk petani, di antaranya merealisasikan program New Product Development beras Premium Rania yang baru soft launching dua minggu lalu kolaborasi RNI group dengan PT Pertani ini terdapat minat konsumen secara nasional.

"Dua minggu soft launching, pengembangan produk pangan retail beras Rania tercatat penjualan sampai dengan 9 September 2021 sebanyak 48,1 ton beras Rania atau sebesar 561,8 juta," terang Arief.

Menurutnya, hal ini membuktikan persiapan penggabungan menuju pengholdingan BUMN Pangan telah disiapkan dari berbagai aspek hulu ke hilir dan pengembangan produk retail ini merupakan langkah inovasi kami untuk perbaikan ekosistem pangan, sebagaimana arahan Menteri BUMN Erick Thohir untuk menjadikan BUMN Pangan menjadi lokomotif penyeimbang dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Direktur Komersial PT RNI (Persero) Frans Marganda Tambunan menambahkan bahwa dalam mendukung program ketahanan pangan tersebut BUMN klaster pangan terus berbenah untuk memperbaiki basic operation mulai dari proses on farm yang berfokus pada peningkatan produktifitas dan kualitas bahan baku, dilanjutkan proses produksi yang efisien dan menghasilkan produk yang berkualitas dan sesuai dengan permintaan pasar sampai pada aspek pemasaran di hilir.

"Produk - produk dengan ukuran family pack seperti gula ,beras, teh, ikan beku, daging beku, sosis, bakso garam, minyak goreng dan lainnya saat sudah mulai memasuki pasar retail modern dan e commerce." Kata Frans.



Simak Video "Nusron Wahid ke Erick Thohir: Dana 1.800 Pensiunan PTPN Belum Dibayar!"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)