Cerita Korban PHK Sukses Bisnis Kacang Ijo Berkat Prakerja

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 12 Sep 2021 17:12 WIB
Bisnis online
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Berawal dari pemutusan hubungan kerja dan sulitnya mencari pekerjaan di masa pandemi, Elsa Bene Edwin (35) kemudian mengikuti Program Kartu Prakerja dan lolos pada gelombang 15.

Ilmu digital marketing yang didapatnya dari pelatihan Prekerja, kini ia praktikkan untuk memasarkan produk jus kacang ijo yang ia produksi sendiri.

Elsa menceritakan perjalanan usahanya pada Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat mengikuti acara jumpa alumni Prakerja di Kota Medan, belum lama ini.

Lolos dari seleksi program kartu Prakerja, Elsa memilih mengambil pelatihan tentang bagaimana memasarkan produk di dunia digital.Saat itu Elsa mengaku sebenarnya belum punya produk sendiri.

Setelah mengikuti pelatihan, Elsa baru mendapat ide untuk berjualan minuman kemasan, yakni sari kacang hijau yang sehat tanpa bahan pengawet. Elsa mengaku mendapat ide dari sosial media Tiktokyang kemudian ia coba dan modifikasi.

Di hadapan Airlangga, Elsa mengaku bahwa pelatihan yang ia tekuni dari Program Kartu Prakerja sangat bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhannya.

"Pelatihan yang diikuti sangat bermanfaat, terutama tentang digital marketing, memasarkan melalui media sosial, seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp. Melalui pelatihan itulah saya jadi tau gimana cara memasarkan produk. Jadi ini sangat sesuai dengan usaha saya," ungkap Elsa, dalam agenda pertemuan dengan alumni Program Kartu Prakerja di Medan, belum lama ini.

Elsa mengakui, Program Kartu Prakerja sangat bermanfaat untuk dirinya yang menjadi salah satu masyarakat yang terkena dampak pandemi, agar bisa mencukupkan kebutuhan sehari-hari.

Dari hasil penjualan tersebut, dalam sebulan Elsa bisa mendapatkan penghasilan sebesar 3-6 juta rupiah. Menurutnya pengetahuan mengenai penjualan secara digital sangat sesuai dengan keadaan saat ini.

"Terima kasih untuk Pak Airlangga atas bantuannya kepada saya, terutama atas Program Prakerjanya yang sangat membantu orang-orang seperti saya yang terkena pemutusan kerja dampak pandemi ini," pungkas Elsa.

Di Sumatera Utara (Sumut) sendiri, ada sebanyak 398.138 orang yang telah mengikuti Program Kartu Prakerja. Total angka tersebut terhitung sejak gelombang 1-19. Hal ini menjadikan Sumut memiliki peserta terbanyak di luar Pulau Jawa. Berdasarkan hasil survei evaluasi, karakteristik peserta program tersebut terdiri dari 50 persen wanita dan 50 persen lelaki.

Kota Medan juga merupakan kota dengan penerima manfaat yang terbanyak dibandingkan seluruh kota di Pulau Sumatera, yakni sebanyak 108.827 orang.

Sebelum menutup dialog, Airlangga sempat menyicipi sari buah kacang hijau yang disuguhkan untuknya. Setelah menikmatinya, Airlangga pun menawarkan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hal tersebut merupakan upaya agar pelaku usaha dapat mengembangkan usahanya menjadi lebih besar.

"Jika membutuhkan pinjaman untuk mengembangkan usaha, dapat memanfaatkan KUR yang bunga pinjamannya rendah," pungkas Airlangga.

(hal/dna)