RI Mau Jadi Negara Maju? Sri Mulyani Ungkap Rahasianya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 12 Sep 2021 23:08 WIB
Ilustrasi dan Profil Sri Mulyani
Foto: Profil Sri Mulyani (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka-bukaan soal rahasia agar Indonesia menjadi bangsa yang maju. Menurutnya, yang paling penting dari kemajuan suatu bangsa adalah kualitas manusianya.

Menurutnya, sudah banyak indikator yang digunakan untuk mengukur kemajuan suatu bangsa, mulai dari pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, hingga nilai tukar petani. Yang perlu diingat menurutnya, hal itu semua adalah indikator kualitas manusia.

"Kita sering disuguhkan beberapa indikator yang sering disampaikan soal negara maju, mulai dari pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, kemudian gini ratio atau kesenjangan, ataupun nilai tukar petani atau nelayan. Yang perlu diingat adalah kemajuan suatu bangsa terikat dan ditentukan oleh kualitas manusianya," kata Sri Mulyani dalam pembukaan Olimpiade APBN 2021 secara virtual, Minggu (12/9/2021).

Manusia yang berkualitas salah satunya ditunjukkan dari kualitas anak mudanya. Menurutnya, anak muda harus jadi motor kemajuan suatu bangsa. Kemajuan harus ditempuh secara bersama-sama.

Beragam bentuk kemajuan bisa digapai untuk jadi sebuah negara maju, misalnya saja dari kenaikan pendapatan per kapita. Atau juga dilihat dari aspek fisik sebuah negara, misalnya ketersediaan infrastruktur.

"Apakah negara tersebut sudah terbangun jalan raya, jalan tol, sistem kereta api yang baik? Apakah negara itu sudah punya bandara yang baik, apakah negara itu sudah punya pelabuhan dengan sistem yang efisien," kata Sri Mulyani.

Menjadi negara maju menurutnya juga bisa diukur dari prestasi negara di ajang dunia. Entah di ajang olahraga macam Olimpiade dan kejuaraan dunia. Ataupun prestasi di berbagai penghargaan bergengsi, penghargaan Nobel misalnya.

Bisa juga negara maju dilihat dari kesejahteraan masyarakatnya. "Bisa juga dilihat apakah rakyatnya bisa akses listrik dan internet? Apakah bisa akses sekolah dan fasilitas kesehatan," katanya.

(hal/dna)