Pengusaha India Ancam Hengkang dari Indonesia
Kamis, 06 Apr 2006 17:20 WIB
Jakarta - Pengusaha India mengeluhkan tingginya biaya produksi di Indonesia yang dinilai lebih mahal dari Mesir, Vietnam, Bangladesh dan Thailand. Mereka pun mengancam akan keluar jika pemerintah RI tak berbuat apa-apa. "Di Mesir, pemakaian gas itu 1 dolar. Sedangkan di Indonesia 3,5 dolar per mmbtu. Kalau harga listrik itu 3 sen dolar per kwh, sedangkan di Indonesia lebih mahal," ujar Ketua Asosiasi Ekonomi Indonesia-India, Marzuki Usman usai bertemu Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (6/4/2006).Namun menurut Marzuki, pihaknya hanya bisa sebatas mengeluh soal semua kesulitan usahanya di Indonesia. "Itu kan wewenang pemerintah untuk mengubahnya. Perlu persetujuan DPR. Kita hanya mengeluh," ujar mantan Ketua Bapepam ini.Saat menemui Wapres, Marzuki ditemani oleh 7 pengusaha India yang bergerak di sektor besi baja, tekstil dan garmen. Saat ini, jumlah perusahaan yang dijalankan pengusaha India mencapai 71 dengan tenaga kerja yang diserap mencapai 150 orang dan keuntungan sekitar US$ 3 miliar.Para pengusaha India, lanjut Marzuki juga menyatakan penolakannya menggunakan batubara sebagai pengganti BBM. Alasan penolakan, katanya, karena dengan penggunaan batubara terdapat limbah B3 yang tidak dijumpai di negara lain seperti Cina dan Jepang.Bagaimana respons Wapres atas semua keluhan pengusaha India ini? Kata Marzuki, Wapres hanya mendengarkan dan mencatat keluhan pengusaha tersebut. Walaah..!
(qom/)











































