NASA Ujicoba Prototipe 'Taksi Terbang', Begini Hasilnya

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 13 Sep 2021 08:59 WIB
Taksi terbang di Dubai
Ilustrasi/Foto: (Reuters)
Jakarta -

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) belum lama ini telah menyelesaikan serangkaian uji coba terkait pembuatan prototipe 'taksi' terbang terbarunya.

Melansir dari laman resmi NASA, Senin (13/9/2021), program taksi terbang yang sedang dijalankan NASA ini bernama kampanye Advanced Air Mobility (AAM). Program ini dijalankan untuk menguji teknologi drone otonom terbaru, yakni pesawat drone elektronik eVTOL.

Pengujian drone otonom dengan 6 baling-baling tersebut telah berlangsung hingga Jumat (10/9) kemarin di Joby's Electric Flight Base yang terletak di dekat Big Sur, California. Ini adalah pertama kalinya bagi NASA untuk menguji pesawat eVTOL sebagai bagian dari kampanye.

Dalam tes ini NASA bertujuan untuk mengumpulkan kinerja kendaraan dan data akustik untuk digunakan dalam pemodelan dan simulasi konsep wilayah udara masa depan. Tes ini akan membantu mengidentifikasi kesenjangan dalam peraturan dan kebijakan Administrasi Penerbangan Federal (FAA) saat ini untuk membantu memasukkan pesawat AAM ke dalam Sistem Ruang Udara Nasional.

Ke depannya, NASA berencana menggunakan pesawat eVTOL ini sebagai taksi udara bagi masyarakat, menambah moda transportasi lain untuk memindahkan orang dan barang.

Tidak hanya itu, ketika terintegrasi penuh ke dalam wilayah udara nasional, AAM diperkirakan dapat menyediakan sistem yang efisien dan terjangkau untuk transportasi penumpang dan kargo, dan aplikasi lain untuk kepentingan publik. Sistem ini dapat mencakup pesawat seperti drone pengiriman paket, taksi udara, dan kendaraan transportasi medis.

"Pengujian Pengembangan Kampanye Nasional adalah langkah strategis penting dalam tujuan NASA untuk mempercepat garis waktu industri AAM," kata Davis Hackenberg, manajer integrasi misi AAM NASA.

"Skenario pengujian ini akan membantu menginformasikan kesenjangan dalam standar saat ini untuk memberi manfaat bagi kemajuan industri dalam mengintegrasikan kendaraan AAM ke wilayah udara," jelasnya lagi.

Sebagai informasi, setelah ini NASA akan melakukan serangkaian tes yang dikenal sebagai NC-1, dijadwalkan terjadi pada tahun 2022. Nantinya tes ini akan melacak pola dan skenario penerbangan yang lebih realistis daripada yang dicoba di Big Sur dalam beberapa minggu mendatang.

(eds/eds)