Departemen PU Baru Serap 30,4% Pinjaman Luar Negeri
Kamis, 06 Apr 2006 17:55 WIB
Jakarta -
Penyerapan dana pinjaman luar negeri rendah karena terhadang pembebasan tanah dan prosedur. Hingga Februari 2006, persentase pinjaman luar negeri yang terserap hanya 30,4 persen."Penyerapan ini memang tidak sesuai target karena terjadi masalah-masalah seperti pembebasan tanah," kata Sekjen Departemen Pekerjaan Umum (PU), Roestam Sjarief, dalam Temu Wartawan di Departemen Pekerjaan Umum, Jalan Pattimura No.20, Jakarta Selatan, Kamis (6/04/2006).Selain itu, pencairan pinjaman luar negeri juge terhadang masalah prosedur pencairan dana yang harus mengikuti standar ketentuan dari berbagai macam lembaga pemberi bantuan. "Tidak jarang prosedur yang berbeda-beda ini menghambat proses pencairan dana pinjaman luar negeri," tambah Roestam.Akibat dua faktor utama itu, maka secara kumulatif penyerapan dana pinjaman luar negeri di Departemen PU hingga Februari 2006, rata-rata baru mencapai 30,4 persen dari total pinjaman US$ 3,86 miliar.Akumulasi penyerapan dana pinjaman luar negeri sampai Februari 2006 adalah:Lembaga/negara donor Jumlah (USD) Persentase penyerapan Bank dunia 990,5 juta 43,3 ADB 742,3 juta 39,6 Jepang 1,91 miliar 21,2 China 160,2 juta 0 Kuwait 40,62 juta 42,8 Korea 10 juta 100 Jumlah 3,86 miliar Terserap 1,173 miliar (30,4%)Roestam mencontohkan proyek sudetan Sungai Ciliwung ke Cisadane yang gagal dikerjakan karena tidak ada persetujuan masyarakat dan pemerintah daerah hingga dana luar negeri tidak terserap. "Ketika proyek akan dilaksanakan, ada penolakan dari masyarakat yang menganggap bahwa sudetan itu akan memindahkan banjir dari DKI ke Banten. Akhirnya, angka penyerapan sekitar 4% saja. Ini hanya contoh bagaimana pelaksanaan program-program yang dibiaya bantuan luar negeri mengalami hambatan karenafaktor itu," urai Roestam.Dengan belajar dari kasus tersebut, lanjut Roestam, Departemen PU selanjutnya akan akan mengkomunikasikan kepada masyarakat secara intensif hingga gagasan yang telah direncanakan dan dipertimbangkan secara cermat oleh para ahli bisa dilaksanakan. Di tempat yang sama, Kepala Biro Perencanaan PU, Bambang Guritno menyebutkan, selama tahun 2006 ini beberapa proyek yang didanai pinjaman luar negeri dan sudah masuk blue book. Antara lain Tanjung Priok akses fase II dan jalan Indonesia bagian timur sebagai bagian dari pengembangan Indonesia Timur.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































