Pemerintah Siapkan Bansos buat Masa Transisi Pandemi ke Epidemi COVID

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 13 Sep 2021 21:55 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Pandemi COVID-19 di Indonesia diprediksi bakal jadi endemi di tahun 2022. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pemerintah telah menyiapkan skenario lanjutan jika pandemi COVID-19 berubah menjadi epidemi.

"Bapak presiden agar disiapkan program untuk mempersiapkan proses transisi dari pandemi menjadi epidemi," tutur Airlangga dalam dia konferensi pers tentang PPKM, Senin (13/9/2021).

Penetapan program ini nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang berbasis pada data-data dampak hingga data penurunan angka penularan dan kematian akibat virus Corona.

"Berbasis pada tentu angka-angka terkait fatality rate yang diharapkan sekitar 2% kasus aktif di bawah 100.000 dan positivity rate 5%. Kami diminta bersama Pak Luhut kemarin untuk menyiapkan program ke depan," lanjut dia.

Airlangga melanjutkan, adapun anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) saat ini telah mencapai 50,7% dari pagu Rp 744,77 triliun menjadi Rp 377,5 triliun.

"Progres signifikan terjadi di perlindungan sosial, cluster kesehatan dari kuartal kedua 2021 itu Rp 47,71 triliun menjadi Rp 93,45 triliun. Kemudian klaster perlindungan sosial di akhir kuartal dua Rp 66,43 triliun sudah mencapai Rp 108,16 triliun," ungkapnya.

"Kemudian program prioritas di kuartal kedua Rp 41,83 triliun, menjadi 58,04 triliun. Klaster dukungan UMKM koperasi, korporasi yang di kuartal dua Rp 51,27 triliun menjadi Rp 59,93 triliun. Sedangkan insentif usaha di kuartal kedua Rp 45,07 triliun, menjadi Rp 57,92 triliun," pungkasnya.

(dna/dna)