Anies Larang Jual Rokok Dipajang, Penjaga Minimarket Mampang Belum Tahu

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 14 Sep 2021 16:09 WIB
Rokok di minimarket/Siti Fatimah-detikcom
Foto: Rokok di minimarket/Siti Fatimah-detikcom
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengeluarkan edaran soal Pembinaan Kawasan Dilarang Merokok. Hal ini tertuang dalam Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pembinaan Kawasan Dilarang Merokok yang ditandatangani pada 9 Juni 2021 lalu.

Pada poin ketiga surat seruan tersebut disebutkan, tempat jualan tidak diperbolehkan memasang kemasan atau bungkus rokok.

"Tidak memasang reklame rokok atau zat adiktif baik di dalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor), termasuk memajang kemasan/bungkus rokok atau zat adiktif di tempat penjualan," dalam seruan tertanggal 9 Juni 2021 tersebut.

Namun, sepertinya, seruan ini belum merata diketahui banyak pihak.

Pantauan detikcom di minimarket di Mampang, Jakarta Selatan, tampak produk rokok yang terpajang di etalase masih terlihat dan tidak tertutup apapun. Seperti biasa, produk tersebut terpajang tepat di belakang petugas kasir.

Salah satu petugas yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, belum ada arahan soal imbauan tersebut. Bahkan, dia baru mendengar aturan mengenai penutupan produk rokok itu.

"Belum ada (info soal penutupan produk rokok), baru dengar juga harus ditutup. Tapi kalau ada aturannya ya kita ikut aja (etalasi rokok ditutup)," ujarnya kepada detikcom, Selasa (14/9/2021).

Begitu juga di minimarket lainnya di kawasan yang sama, yang masih memajang rokok jualan.

Meski begitu, ada juga beberapa minimarket di DKI Jakarta yang sudah menutup produk rokok salah satunya di Jakarta Barat. Mereka melakukan penutupan tersebut sejak 3 hari yang lalu.

"Kalau di tempat kita udah ada arahan dari atasan buat nutupin etalase rokok dari 3 hari yang lalu," kata Aisyah, seorang kasir minimarket di Jakarta Barat.

(zlf/zlf)