Menkop: Momen PON Dapat Dioptimalkan untuk UMKM Lokal Unggulan

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Selasa, 14 Sep 2021 16:42 WIB
Teten Masduki
Foto: Kemenkop UKM
Jakarta -

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berharap PON Papua bisa memicu hadirnya UMKM lokal unggulan di Papua. Ia menganggap tepat ajang ini untuk memberikan panggung ke masyarakat Papua menghadirkan produk UMKM lokal.

"Papua memiliki beragam narasi yang sangat kaya dan produk yang potensial. Besar harapan saya, momen PON Papua 2021 ini dapat kita optimalkan untuk memunculkan UMKM lokal unggulan Papua agar berjaya di dalam negeri, serta siap bersaing di pasar ekspor," ujar Teten dalam keterangan tertulis, Selasa (14/9/2021).

Hal ini dia ungkapkan saat membuka gelaran Smesco Papua Event dengan tema 'PON XX Papua 2021 Sukses, Torang Bisa! UMKM/IKM Naik Kelas' secara daring.

Tidak hanya itu, Teten berharap PON XX Papua 2021 ini dapat menjadi pembuka dalam sinergi antara Kementerian Koperasi dan UKM, Smesco Indonesia, dan Pemerintah Provinsi Papua dalam mendorong digitalisasi pelaku UMKM Papua, dari Mama-mama pedagang pasar, hingga kurasi produk UMKM lokal Papua.

Ia mengatakan saat ini Smesco Indonesia sedang membangun ekosistem transformasi UKM, salah satunya Smesco Hub Timur yang diharapkan dapat menjadi solusi logistik UMKM di Papua, dukungan ekspor, pembiayaan, dan bentuk pendampingan lainnya. Papua juga dinilai memiliki bibit unggul di bidang ekonomi kreatif.

"Generasi muda kreatif inilah yang nantinya akan menjadi kunci dalam melahirkan wirausaha berbasis kreativitas dan teknologi kedepannya," ucapnya.

Lebih lanjut, Teten mengatakan PON XX Papua 2021 sekaligus dapat menjadi momentum untuk para pelaku UMKM Papua terhubung ke banyak akses usaha seperti pembiayaan, bahan baku, pasar, hingga mitra aggregator yang memastikan inisiatif ini dapat berkelanjutan.

Teten menggarisbawahi pentingnya terhubung dalam ekosistem daring, agar UMKM Papua bertransformasi digital. Saat ini jumlah UMKM yang telah hadir dalam ekosistem digital mencapai 15,3 juta (23,9%) atau naik 7,3 juta selama pandemi dari target 30 juta UMKM di 2024.

"Bahkan riset World Bank menyebutkan 80% UMKM yang terhubung ke dalam ekosistem digital memiliki daya tahan lebih baik di tengah pandemi," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Smesco Indonesia Leonard Theosabrata menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Papua yang telah memberikan dukungan pada pengembangan akses pemasaran produk UKM dengan berbagi kanal secara khusus terlibat dalam pameran di Gedung Smesco dan melalui program live shopping produk UMKM Lokal Brand Papua unggulan.

"Saat ini SMESCO telah bekerja sama dengan berbagai BUMN dan komunitas pelaku usaha berbagai produk dengan visi membangun sebuah ekosistem UMKM masa depan berbasis ekonomi digital melalui Produk Unggulan Provinsi yang berbasis dari 34 Provinsi di Indonesia yang memberikan tampilan ''Indonesian Centric" namun mampu berkompetisi sebagai pelaku usaha yang masuk ke dalam rantai pasok industri nasional," terangnya.

Smesco menargetkan digitalisasi 158.000 UMKM hingga tahun 2023 dan dalam kurun waktu tersebut akan terbentuk sebuah ekosistem UMKM Smesco yang memiliki kekuatan ekonomi digital unggul. Menurut Leonard, UMKM tersebut akan didukung dengan sembilan fasilitas layanan usaha bagi pelaku UMKM yakni Pusat KUR BRI, Pusat Wastra Nusantara, BNI Xpora, Sky Eat Cloud Kitchen & Retort Machine, Fulfillmence Center, Smesco Hub Timur, Smesco Labo, Pusat Layanan UKM, dan Siren.id.

Leonard memberi contoh Siren.id sebagai inovasi platform dari Smesco untuk UMKM. "Sebuah platform dropship dan reseller yang dapat dimanfaatkan bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk membantu pemasaran produk UMKM, khususnya bagi pelaku UMKM Local Brand Papua," paparnya.

"Sedangkan bagi member/reseller bisa mendapatkan keuntungan dari proses penjualan produk UMKM tersebut. Satu hal keistimewaan platform ini yakni harga ongkos kirim menetapkan satu harga atau flat untuk tujuan kirim dari dan ke seluruh Indonesia," lanjut Leonard.

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto menambahkan PON XX adalah multiplier effect untuk memajukan dan memberikan tempat bagi pelaku UKM yang ada di Papua. Hal ini bertujuan agar produk lokal Papua dapat meningkat penjualannya baik di dalam negeri maupun mancanegara.

"Pelaksanaan PON XX Papua nantinya, saya yakin akan menjadi pelaksanaan yang bersejarah dan dapat berdampak di berbagai sektor," tandas Gatot.



Simak Video "PON Papua Digelar 2 Oktober, Polri Antisipasi Gangguan KKB"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/hns)